Latest Entries »

Motivasi Hidup

  • Pikiran adalah sumber dari semua kekayaan,kesuksesan,perolehan materi,penemuan besar dan prestasi (C.M.Bristol)
  • Anda tidak dapat merencanakan masa yang akan datang berdasarkan masa lalu (Edmund Burke)
  • Bekerja keras sekarang,merasakan hasilnya nanti;bermalas-malas sekarang,merasakan akibatnya nanti (Jhon C.Maxwell)
  • Seorang intelektual adalah orang yang pikirannya menjaga pikirannya sendiri (Albert Camus)
  • Jangan takut dengan kesalahan,kebijaksanaan biasanya lahir dari kesalahaan (Paul Galvin)
  • Orang sukses adalah orang yang membentuk kebiasaan mengerjakan sesuatu yang tidak ingin dikerjakan orang gagal (Donald Riggs)
  • Sukses adalah kedamaian pikiran dengan mengetahui anda melakukan yang terbaik (Jhon Woden)
  • Sesuatu yang dibelakang kita dan yang didepan kita masih belum seberapa dibanding apa yang ada didalam diri kita (Oliver W.Holmes)
  • Hakekat mengenal diri kita sendiri adalah kesadaran adanya kekuatan yang kita miliki (Mark Rutherford)
  • Sukses seseorang bergantung pada apa yang ada didalam dirinya (C.B.Rouss)
  • Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan dan akan mencoba kembali untuk melakukan dengan cara berbeda (Dale Carnegie)
  • Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan dan akan mencoba kembali untuk melakukan dengan cara berbeda (Dale Carnegie)
  • Kesalahan terbesar adalah tidak pernah membuat keputusan (G.S.Patoton)
  • Orang bijak adalah orang yang selalu belajar dari kegagalannya sedangkan orang bodoh adalah selalu menutupi kegagalannya (andy Stevenio)
  • Waktu bekerja bagi orang malas adalah besok dan hari ini adalah hari liburnya (Andy Stevenio)
  • Tidak ada jaminan kesuksesan,namun tidak mencobanya adalah jaminan kegagalan (Bill Cliton)
  • Kesuksesan itu suatu perjalanan,bukan tempat tujuan (Gita Bellin)
  • Keunggulan adalah melakukan hal besar dengan cara tidak biasa (B.T.Washington)
  • Manusia dibentuk dari keyakinannya.apa yang ia yakini itulah dia (B.Gita)
  • Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi-mimpi mereka (E.Roosevelt)
  • Cara paling efektif mencapai masa depan yang cerah adalah dengan menghadapi masa kini secara berani (R.May)
  • Pikiran bukanlah bejana untuk diisi tetapi api untuk dinyalakan (Plutarch)
  • Keberuntungan adalah kesempatan yang diikuti dengan kesiapan (Mario Teguh)
  • Kita tidak akan tahu apa yang dapat kita lakukan,sampai kita mencobanya (H.James)
  • Apabila kita takut gagal,itu berarti kita telah membatasi kemampuan kita (Henry Ford)
  • Jalan menuju sukses adalah mengambil langkah besar dan pasti (Anthony Robbins)
  • Bekerja lebih keras tidak lebih efektif dari bekerja lebih pantas (J.Trout)
  • Tidak seorangpun mengikuti anda jika anda tidak tahu kemana harus melangkah (J.Trout)
  • Kenali apa yang anda inginkan dan kejarlah itu (M.T.Boissonnault)
  • Kesuksesan bukan kunci kebahagiaan,tetapi kebahagiaan kunci kesuksesan (Herman Chain)
  • Orang yang paling tidak bahagia adalah orang yang takut pada perubahan (Mignon M)
  • Karya yang membahagiakan tidak pernah lahir dari tangan orang yang merasa sedih (Albert Einstein)
  • Hati yang gembira adalah obat yang manjur,tetapi semangat yang patah keringkan tulang (anonim)
  • Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana saja (Andy S)
  • Kunci sukses yang paling baik adalah tidak menunda apa yang harus dilakukan pada saat ini (Andy S)
  • Jangan hanya duduk dan menunggu kesempatan datang,bangkit dan ciptakan kesempatan itu (M.C.Walker)
  • Cara terbaik meramalkan masa depan anda adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri (P.F.Drucker)
  • Jadikanlah kejujuran sebagai senjata untuk meraih kesuksesan (Andy S)
  • Kemalasan berjalan berlahan-lahan dan kemiskinan segera menyusul ( Acnter)
  • Setiap manusia adalah arsitek dari keberuntungannya sendiri (Applus)
  • Kesuksesan datang pada orang yang bergerak cepat (Thomas Alva Edison)
  • Banyak orang yang sebenarnya sudah dekat dengan kesuksesaan tapi sayangnya mereka kemudian menyerah (Thomas Alva Edison)
  • Keberanian memiliki kecerdasaan,kekuataan dan keajaiban didalamnya (Goethe)
  • Kegagalan adalah batu loncatan menuju sukses (dale Carnegie)
  • Nasib itu bukan persoalan peluang tetapi murni pilihan hidup (W.J.Brian)
  • Ditengah-tengah kesulitan terdapat beberapa peluang (Albert Einstein)
  • Orang pesimis melihat kesulitan disetiap kesempatan.orang optimis melihat kesempatan disetiap kesulitan (W.Churchill)
  • Beda antara BISA dan TIDAK BISA hanya 5 huruf.5 huruf yang menentukan arah hidup anda (Ramez Sasson)
  • Kerja keras memang mengeluarkan keringat,tetapi tidak ada orang yang mati tenggelam dalam lautan keringat (anonim)
  • Belajar bukanlah tujuan untuk mencari pekerjaan,tetapi belajar adalah bekerja (Anonim)
  • Sukses adalah keberhasilan yang anda capai dalam menggunakan talenta-talenta yang telah tuhan berikan kepada anda (Rick Devos)
  • Tidak ada kata gagal,yang ada hanya sukses atau belajar (Tung DasemWaringin)
  • Investasi dalam pengetahuan akan membawa bunga yang baik (Benjamin Franklin)
  • Orang miskin bukanlah orang yang tidak punya uang satu sen pun,melainkan orang yang tidak punya mimpi (Harry K)
  • Ambil yang terbaik dari segala yang terbaik,ambil sesedikit mungkin dari yang terburuk (R.L.Stevenson)
  • Jangan buang hari ini dengan mengkhawatirkan hari esok.gunung pun terasa datar bila kita sampai dipuncaknya (Phi Delta Kappa)
  • Untuk meraik kesuksesan,bergabunglah dengan orang-orang sukses (Napolen Hill)
  • Semua akhir adalah permulaan dari sesuatu,hanya saja pada saat itu kita sering tidak menyadari (M.Albom)
  • Dari kesalahan-kesalahan,seseorang menemukan kebenaran (S.Freud)
  • Sukses bukan untuk ditunggu,melainkan dikejar (Jonathan W)
  • Orang yang tidak pernah menggunakan imajinasinya laksana burung tanpa sayap (Mohammad Ali)
  • Bisa menerima apa adanya hari ini adalah suatu kebijaksanaan dan mau berusaha memulai dari apa adanya hari ini dengan kejujuran dan kerja keras adalah suatu keberanian (Andre Wonso)
  • Hidup yang besar adalah mimpi besar dimasa muda yang diwujudkan dimasa dewasa (Vigny A.D)
  • Sesuatu yang paling disesali dalam hidup ini ialah sesuatu yang tidak dipergunakan ketika mendapat kesempatan (Rowland H)
  • Rezeki selalu mencari orang yang sabar,ulet,tahan uji dan gembira (Pouw K.A)
  • Ketakutan terhadap umur tua akan membuat orang terasa lebih tua (Napolen Hill)
  • Sebagian besar dari duka-cita seseorang disebabkan oleh seseorang itu sendiri (Menander)
  • Kata-kata yang salah dapat menimbukan pikiran yang sesat (Herbert S)
  • Keyakinan yang buta lebih bisa berbahaya dari pada sebuah kebohongan (Friedrich N)
  • Tindakan manusia bisa dimodofikasi,tetapi sifat manusiawi tidak bisa diubah (Abraham Lincoln)
  • Penyesalan adalah penyia-penyiaan energi yang dahsyat (Hansfield)
  • Memuji adalah cara yang bijaksana untuk mendapatkan simpati orang (Dewarde T)
  • Dalam jiwalah bersumber kebahagiaan maupun kesengsaraan (Demokritos)
  • Bahagia adalah suatu kesenangan yang dicapai oleh setiap manusia menurut kehendaknya (Aristoteles)
  • Orang sukses mau bertindak (Take Action),orang gagal hanya merenungi nasib (Tung Dasem Waringin)
  • Masa depan itu dibeli oleh masa sekarang (Samuel J)
  • Kejayaan tidak datang kepada manusia yang malas (Charles C)
  • Berusahalah untuk selalu menjadi manusia yang berguna (Albert Einstein)
  • Orang baik menjadi lebih bijaksana setelah melewati suatu kegagalan (William S)
  • Bagi orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh dalam segala hal baik,tuhan meminjamkan tangan penolongnya (Aeschylus)
  • Untuk mengubah dunia,hal pertama yang harus anda lakukan adalah mengubah pikiran anda (Anonim)
  • Keadaan kita sekarang ini adalah hasil dari apa yang kita pikirkan pada masa yang lampau (B.Gautama)
  • Tiada sesuatu yang berbahaya daripada pikiran besar dalam kepala yang kosong (Haine)
  • Segala medan pertempuran akan dimenangkan oleh orang-orang yang percaya bahwa dirinya pasti menang (Higginson)
  • Ketakutan adalah bukti watak yang lebih nyata daripada kepahlawanan (Marden O.S)
  • Hal kecil membentuk kesempurnaan,tetapi kesempurnaan bukanlah hal-hal kecil (Michael A)
  • Malas adalah ukuran bagi orang hidup (M.Yunan)
  • Semua prestasi besar dimulai dari kemauan besar,tanamkan kemauan didalam diri anda secara terus-menerus (Napolen Hill)
  • Jika anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki,anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah anda lakukan (Thomas Jafferson)
  • Sukses memang bukan tujuan akhir dari hidup.justru ia adalah tantangan terakhir dalam hidup,mampukan kita mempertahankan kesuksesan itu (Wigyan Karsiwi Priambodo)
  • Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar,tetapi kita dapat melakukan hal kecil dengan cinta yang besar (Mother Teresa)
  • Visi tanpa eksekusi adalah lamunan.eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk (Japanese Proverb)
  • Hidup ini singkat.tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan (Paulo Coelho)
  • Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan memulai melakukan (Walt Disney)
  • Pikiran kita ibarat parasit,hanya berfungsi ketika terbuka (Thomas Dewar)
  • Sukses adalah sebuah perjalanan,bukan tujuan akhir (Ben Sweetland)
  • Mereka yang dapat memberi tanpa mengingat dan menerima tanpa melupakan akan diberkahi (Author Unknown)
  • Jadikanlah engkau sumber tambang kebaikan dan baikkanlah segala kesalahan yang menyakitkan.sesungguhnya engkau dapat melihat apa yang engkau lakukan dan dapat mendengar apa yang engkau ucapkan Rachmadona)
  • Ingin rasanya melupakanmu dalam kalbu ini,tetapi apa daya naluri enggan untuk beralih ingatan ke yang lain (Syfa Fauzah)
  • Kesehatan selalu tampak lebih berharga setelah kita kehilangannya (Jonathan Swift)
  • Saat menghadapi kesulitan,beberapa orang tumbuh sayap,sedangkan yang lain mencari tongkat penyangga (Harold W.Ruoff)
  • Orang yang tidak sabar akan menunggu 2 kali (Mark McGinnis)
  • Kesempatan anda untuk sukses disetiap kondisi selalu dapat diukur oleh seberapa besar kepercayaan anda pada diri sendiri (Robert Collier)
  • Jadilah diri anda sendiri.siapa lagi yang bisa melakukannya lebih baik ketimbang diri anda sendiri (Frank Giblin)
  • Banyak kegagalan dalam hidup ini disebabkan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah (Thomas Alva Edison)
  • Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain (William Wordsworth)
  • Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan,kehilangan dan kekecewaan.tetapi kalau kita sadar,kita akan segera melihat bentuk aslinya (Oseph Addison)
  • Sedikit orang kaya yang memiliki harta.kebanyakan harta yang memiliki mereka (Robert G.Ingersoll)
  • Hari bagai sepatu yang harus dipakai untuk berjalan (Steve Orlen )
  • Emas yang murni diperoleh melalui proses pembakaran dengan api dan penyaringan (Pepatah Yunani)
  • Ekspresi sejati dari diri manusia adalah pada saat ia berdansa sesuai irama dan musiknya.tubuh tidak pernah berdusta (Agnes de Mile)
  • Aturan nomor satu bagi masyarakat yang benar-benar beradap adalah membiarkan manusia berbeda-beda (David Grayson)
  • Hidup manusia penuh dengan bahaya,tetapi justru disitulah letak daya tariknya (Edgar Alnsel Mowrer)
  • Anda tidak dapat merencankan masa yang akan datang berdasarkan masa lalu (Edmund Burke)
  • Kita tidak dapat memegang obor untuk menerangi jalan orang lain tanpa menerangi jalan kita sendiri (Ben Sweeetland)
  • Anda tidak akan pernah salah selama selalu berpegang pada kebenaran (Sharon Stone)
  • Kesalahan terbesar yang dapat dibuat seseorang dalam hidup adalah dengan terus-menerus merasa takut bahwa dia akan membuat suatu kesalahaan (Elbert Hubbard)
  • Seseorang professional adalah seseorang yang dapat melakukan kesalahan sekecil mungkin dalam belajar dan tetap belajar dengan baik sekalipun menghadapi tugas yang paling tidak disukai (Alastair Cooke)
  • Kebijakan bukan hasil sekolah tetapi usaha seumur hidup untukmemperolehnya (Albert Ensteins)
  • Jadilah indah jika anda bisa,bijaksanalah jika anda mau,tetapi bermartabatlah.itu penting sekali (Ann Gould)
  • Menangislah jika anda harus menangis.tidak ada orang yang sempurna.bagaimanapun menangis adalah salah satu langkah untuk menjadi besar,lebih bijaksana dan pasti lebih berfikir positif (Fitri Handayani)
  • Ikutilah naluri anda,disinilah kebijaksanaan yang sungguh-sungguh mewujudkan diri (Oprah winfrey)
  • Menaklukan ketakutan adalah permulaan kebijaksanaan (bertrand Russell)
  • Keberhasilan adalah mendapatkan apa yang anda inginkan.kebahagiaan adalah menginginkan apa yang anda dapat (Dale Carnegie)
  • Satu-satunya ukuran keberhasilan anda yang jujur adalah apa yang sedang anda lakukan dibandingkan dengan potensi anda yang sebenarnya (Paul J.Meyer)
  • Keberhasilan sesuai dengan potensi anda.itu saja.bangunlah dengan senyum dan sambut kehidupan .jalanilah,nikmatilah,cecaplah,cium,rasakan (Joe Kanapp)
  • Langkah pertama menuju sukses adalah menjadi tertarik kepadanya (sir William Osler)
  • Satu menit kesuksesan menghapus kegagalan bertahun-tahun (Robert Browning)
  • Sukses 10%,inspirasi 90% keringat (Thomas Edison)
  • Dibelakang setiap orang yang sukses ada banyak tahun-tahun yang sukses (Bob Brown)
  • Sukses bukan kunci kebahagiaan.kebahagiaan adalah kesuksesan.jika anda mencintai apa yang sedang anda lakukan,anda akan sangat berhasil (Albert Schweitzer)
  • Saya tidak tahu kunci untuk sukses,tetapi kunci untuk gagal adalah mencoba menyenangkan setiap orang (Bill Cosby)
  • Ingatlah selalu bahwa tekat kita untuk berhasil jauh lebih penting dari pada hal lain apapun (Abraham Lincoln)
  • Belajar bagaimana cara belajar adalah keahlian terpenting dalam hidup (Tony Busan)
  • Dengan belajar anda akan mengajar,dengan mengajar anda akan belajar (Reza Hidayat)
  • Belajar tidak akan berarti apa-apa,sampai terjadi perubahan prilaku (Fandi Kurniawan)
  • Saya belajar bahwa utuh bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan,tetapi hanya semenit untuk menghancurkannya (Debbies)
  • Siapa saja yang berpikir dia terlalu penting sehingga tidak mau melakukan tugas-tugas kecil mungkin terlalu kecil untuk tugas-tugas penting (Nurita Hasanah)
  • Hampir semua pria memang mampu bertahan menghadapi kesulitan.namun,jika anda ingin menguji karakter sejati pria,beri dia kekuasaan (Abraham Lincoln)
  • Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang.karena itu,keunggulan bukanlah satu perbuatan,melainkan sebuah kebiasaan (Aritoteles)
  • Nikmati hal-hal kecil,pada suatu waktu anda akan melihat kebelakang dan mungkin akan menyadari bahwa itu adalah hal-hal yang besar (Maria Radhita)
  • Tugas kita bukanlah melihat yang samar-samar dikejauhan,tetapi mengerjakan apa yang sudah terlihat didepan mata (Thomas Carlyte)
  • Dari pada mengutuk kegelapan lebih baik ambil sebatang lilin untuk dinyalakan.dari pada menyalahkan keadaan lebih baik melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaan (Dennis Aradhita)
  • Hidup tidak membayar atas apa yang bisa anda lakukan karena hidup hanya membayar atas apa yang anda lakukan (Jaulian Saputra)
  • Kidupan ini adalah pendidik dan karena itu kita senantiasa dalam keadaaan belajar (Bruce Lee)
  • Belum pernah ada seorang pun dalam sejarah kita yang menuntut kehidupan serba mudah yang namanya layak dikenang (Gordon Van Sauter)
  • Semua yang dimulai dengan rasa marah,akan berakhir dengan rasa malu (Benjamin Franklin)
  • Orang yang berpikir besar akan membicarakan ide-ide dan gagasan,orang yang berpikir biasa akan membicarakan kejadian dan orang yang berpikir rendah hanya bisa membicarakan orang lain (Atilla Amanda)
  • Ubahlah apa yang masih bisa kita ubah,terimalah apa yang memang tidak bisa diubah.hindarilah diri dari hal-hal yang berpotensi mendatangkan perubahan buruk (Reni Anggraini)
  • Rang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku (Khalifah ‘Umar)
  • Berusaha untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tetapi berusahalah menjaddi orang yang berguna (Einstein)
  • Kejujuran adalah batu penjuru dari segala sukses.pengakuan adalah motivasi terkuat (Mario Teguh)
  • Kebahagiaan biasanya merupakan hasil dari sebuah pengorbanan (Mario Teguh)
  • Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan,namun bagaimana bertanding dengan baik (Mario Teguh)
  • Pengetahuan ada dua macam,yang telah kita ketahui dengan sendirinya atau yang hanya kita ketahui dimana ia bisa didapat (Samuel Johnson)
  • Apakah saya gagal atau sukses bukanlah hasil perbuatan orang lain.sayalah yang menjadi pendorong diri saya sendiri (Eminem)
  • Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang kali.dengan demikian,kecemerlangan bukan tindakan,tetapi kebiasaan (Aritoteles)
  • Kegagalan adalah satu-satu nya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik (Henry Ford)
  • Manusia tidak dirancang untuk gagal,tetapi manusia-lah yang gagal untuk merancang (william J.Siegel)
  • Kesempatan anda untuk sukses disetiap kondisi selalu dapat diukur oleh seberapa besar kepercayaan anda pada diri sendiri (Robert Collier)
  • Kepuasan terletak pada usaha,bukan pada hasil.berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki (Mahatma Gandhi)
  • Orang-orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan dan akan mencoba kembali untuk melakuan dengan cara yeng berbeda (Dale Carnegie)
  • Belajarlah dari kesalahan orang lain.anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri (Martin Vanbee)
  • Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan,tetapi hebat dalam tindakan (Confusius)
  • Sebagian orang mengetahui kesempatan hanya datang satu kali,itu tidak benar.kesempatan itu selalu datang,tetapi anda harus siap menghadapinya (Louis L’amour)
  • Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu.saat mereka percaya pada diri sendiri,mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama (Norman Vincent Peale)
  • Orang yang bahagia bukanlah pada lingkungan tertentu,melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu (Hugh Downs)
  • Kita tidak tahu bagaimana hari esok,yang bisa kita lakukan adalah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia pada hari ini (Samuel Taylor Colleridge)
  • Semua orang tidak perlu malu karna berbuat kesalahan,selama ia menjadi lebih bijaksana dari sebelumnya (Alexander Poe)
  • Bersikaplah kukuh seperi batu karang yang tidak putus-putusnya dipukul ombak.ia tetap saja tidak berdiri kukuh,bahkan ia menentramkan amarah dan gelombang itu (Marcus Aurelius)
  • Ketika anda yakin akan hal besar,percaya hal besar dan berdoa akan hal besar,perkara-perkara besar akan terjadi (Norman Vincent Peale)
  • Kita menilai diri kita dari dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan,orang lain mengukur kita dengan mengukur dari apa yang telah kita lakukan (Norman Vincent Paele)
  • Cara untuk menjadi didepan adalah sekarang.jika mulai sekarang,tahun depan anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui dan anda tidak akan mengetahui masa depan jika anda menunggu (William Feather)
  • Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan tidak mengatakan apa-apa,tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa (Denis Waitley)
  • Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh akan kerjakan tiga hari kemudian (Abdullah Ibnu Mubarak)
  • Jangan biarkan orang lain memengaruhi ide dan keputusan anda.dalam lima tahun kedepan,anda lah-bukan mereka-yang harus hidup dengan pilihan yang anda buat (Sarah Brklacich)
  • Tidak ada rahasia menggapai sukses,sukses itu dapat terjadi karena persipan,kerja keras dan mau belajar dari kesalahan (Gen Collin Powel)
  • Sukses kecil memerlukan kerja keras tetapi lebih baik dari pada omongan besar (Vicosta Efrant)
  • Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan ? perbedaannya terletak pada sikap kita dalam memandangnya.selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan dan selalu ada kesempatan dalam menghadapi kesulitan (J.Sidlow Baxter)
  • Tidak ada yang namanya hari yang tidak penting dalam kehidupan manusia ini.setiap saat berharga (Alexander Woolcott)
  • Apa jadinya kehidupan ini bila kita tidak ada yang berani mencoba melakukan sesuatu apapun yang baru (Vincent Van Gogh)
  • Hidup yang besar,kehidupan yang sempurna adalah kulminasi atau puncak dari pikiran-pikiran besar yang diikuti dengan tindakan-tindakan besar pula (Peter Sinclair)
  • Waktu adalah pedang.jika kamu bisa menggunakan dengan baik,maka pasti akan membawa keberuntungan.tetapi jika digunakan dengan buruk,pasti dia akan membunuhmu (No Name)
  • Meski apapun menimpamu,tetaplaj semangat dengan keadaan itu.karena semangat menumbuhkan jiwa-jiwa yang baru (No Name)
  • Langkah pertama menuju sukses adalah dengan menjadi tertarik kepadanya (No Name)
  • Jangan lelah untuk mencari ilmu karena segala sesuatu didunia ini perlu ilmu.jika tidak ada ilmu maka kita sama saja dengan orang mati,tak akan bisa berbuat apa-apa (No Name)
  • Ketika ini adalah sebuah kebenaran bahwa anda bisa sukses luar biasa dengan cepat bila anda membantu orang lain untuk juga merasakan sukses (Napoleon Hill)
  • Hidup seperti pohon kayu yang lebat buahnya,hidup ditepi jalan dan dilempari dengan batu,tetapi membalas dengan buah (Abu Bakar Sibli)
  • Kaca,porselen dan nama baik adalah sesuatu yang gampang sekali pecah dan akan dapat diretakkan kembali tanpa bekas yang nampak (Benjamin Franklin)
  • Kerendahan hati menuntun pada kekuatan,bukan kelemahan.mengakui kesalahan dan menlakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan diri sendiri (John McCloy)
  • Ada dua cara menjalani hidup ini.satu,menjalani hidup serasa tidak ada keajaiban dalam hidup ini.yang kedua,menjalani hidup seolah-olah segala sesuatunya adalah keajaiban mikjizat dimana-mana (Albert Einsten)
  • Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang.teman yang paling setia,hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh (Andrew Jackson)
  • Jika anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki,anda harus besedia melakukan sesuatu yang belum pernah anda lakukan (Thomas Jefferson)
  • Apabila kamu tidak bisa berbuat kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu,maka berilah kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri disertai dengan akhlak yang baik (Nabi Muhammad)
  • Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar.tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar (Mother Teresha)
  • Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti.akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali.maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu (No Name)
  • Satu harta yang sangat berharga yang jarang dimiliki orang masa kini,itulah kejujuran (No Name)
  • Belajar sampai mati,jangan belajar mati-matian (Onno W.Purbo)
  • Hidp dalam keseimbangan dan kemurniaan adalah hadiah tertinggi bagi anda dan dunia (William James)
  • Motivasi itu seperti mandi.kalau anda berhenti melakukannya maka anda akan “melempem” lagi,sama seperti anda akan bau lagi bila berhenti mandi (Zig Ziglar)
  • Kehidupan adalah tragedi bagi orang-orang yang merasa dan komedi bagi orang-orang yang berfikir (Cristiane Northup)
  • Hidup ini adalah sebuah janji kita kepada tuhan.janji kita untuk menjadi yang terbaik dan melakukan semuanya sebagai sebuah ibadah kepadanya.karena itu penuhilah janji tersebut (Mother Theresa)
  • Sukses bermula dari pikiran kita.sukses adalah kondisi pikiran kita.bila anda menginginkan sukses,maka anda harus mulai berpikir bahwa anda sukses dan mengisi penuh pikiran anda dengan kesuksesan (Dr. Joyce Brothers)
  • Kegagalan tidak diukur dari apa yang anda raih,namun diukur dari kegagalan yang telah anda hadapi dan keberanian membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi (Orison Sweet Marden)
  • Takut akan kegagalan seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak mencoba sesuatu (Frederick Smith)
  • Bahkan kritik dapat membangunrasa percaya diri saat “disisipkan” diantara pujian (May Kay Ash)
  • Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam gengam tangan beberapa orang,namun informasi ditangan orang banyak (John Naisbitt)
  • Hari ini anda adalah orang yang sama dengan anda di lima tahun mendatang,kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling anda dan buku-buku yang anda baca (Charles “Tremendeous” Jones)
  • Yang terpenting dalam kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik (Baron Pierre de Coubertin)
  • Tujuan hidup adalah gawang,dimana anda mengarahkan tendangan bola dengan segenap konsentrasi dan kekuatan yang anda miliki (Hillary Jones)
  • Gagasan bukan sesuatu,tetapi gagasan adalah yang menciptakan sesuatu (Napoleon Hill)
  • Selamanya anda tidak akan pernah tahu siapa diri anda,sampai anda bisa melihat hasil karya anda (Martha Grimes)
  • Menjadi hidup dari tujuan akhir,adalah langkah menaiki tangga kekuatan didalam diri yang akan menyadari anda,bahwa kegagalan merupakan jalan kesuksesan (James Allen)
  • Hanya dengan berpedoman pada prinsip kebenaran abadi yang akan tetap mendorong anda untuk mencapai tujuan ideal.anda akan tetap sabar,ketika dunia tidak mempedulikan nasib kamu.anda akan tetap tenang ketika orang lain menggoda anda dengan pujian (Honore de Balzac)
  • Jadilah diri sendiri.milikilah visi,harapan optimisme,tujuan dan prinsip hidup.anda akan menjadi sosok yang dipotret oleh visi anda (Peter Nivio Zarlenga)
  • Prestasi besar adalah hak yang pantas bagi orang yang punya harapan optimis (J.Harold Wilkins)
  • Jangan terjebak dalam kesalahan hidup,dimana anda mencoba meraih tujuan hidup secara instant sekaligus dan langsung besar,bagaikan aksi sulap yang dapat mentransformasikan khayalan menjadi relita.perlu anda ketahui,sesuatu yang besar tidak pernah tercipta kecuali anda memulai dengan sesuatu yang kecil untuk pertama kali.kesuksesan seseorang,pada umumnya direlisasikan bukan oleh perubahan nasib mendadak,melainkan dari langkah yang sederhana,secara terus menerus menapaki tangga kemajuan (Andrew Wood)
  • Jika anda tidak mau merumuskan tujuan hidup bagi diri anda maka anda akan bekerja untuk merealisasikan tujuan hidup milik orang lain (Brian Tracy)
  • Bersiaplah untuk menyongsong kedatangan peluang hidup.nasib baik adalah ketika persiapan dan peluang bertemu (Roy D.Capin Jr)
  • Awalnya cita-cita besar itu dipandang tidak mungkin terjadi,lalu mungkin,kemudian dan seringkali terjadi (Cristopher Reeve)
  • Saya mempunyai cita-cita besar disamping juga saya menghadapi tantangan besar.taklukanlah tantangan demi pengabdian atas cita-cita besar (Dr.Johanes Salk)
  • Semua orang menginginkan kesuksesan.bagi saya kesuksesan hanya bisa diraih dengan kegagalan dan intropeksi diri (Soichiro Honda)
  • Tantangan bagi setiap orang adalah bagaimana membuang ide lama yang menghalangi realisasi ide baru,bukan bagaimana menggagas ide baru (Seth Godin)
  • Kenyataan hidup mengajarkan,bukan peluang yang menciptakan kemauan,tetapi kemauanlah yang menciptakan peluang (John C Maxwell)
  • Benih semua prestasi adalah kemauan,bukan harapan atau impian (Napoleon Hill)
  • Orang sukses mendapatkan keuntungan dari kesalahan yang dilakukan,lalu mencobanya sekali lagi (Dale Carnegie)

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.     Latar Belakang

Polusi udara kota di beberapa kota besar di Indonesia telah sangat memprihatinkan. Beberapa hasil penelitian tentang polusi udara dengan segala resikonya telah dipublikasikan, termasuk resiko kanker darah. Namun, jarang disadari entah berapa ribu warga kota yang meninggal setiap tahunnya karena infeksi saluran pernapasan, asma, maupun kanker paru-paru akibat polusi udara kota. Meskipun sesekali telah turun hujan langit di kota-kota besar di Indonesia tidak biru lagi. Udara kota telah dipenuhi oleh jelaga dan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Diperkirakan dalam sepuluh tahun mendatang terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan. Bukan hanya infeksi saluran pernapasan akut yang kini menempati urutan pertama dalam pola penyakit diberbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga meningkatnya jumlah penderita penyakit asma dan kanker paru-paru.

Di kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Sedangkan kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15%, sisanya berasal dari sumber pembakaran lain,misalnya dari rumah tangga, pembakaran sampah, kebakaran hutan, dll. Sebenarnya banyak polutan udara yang perlu diwaspadai, tetapi organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan beberapa jenis polutan yang dianggap serius.Polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan,serta mudah merusak harta benda adalah partikulat yang mengandung partikel aspa dan jelaga, hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida. Semuanya diemisikan oleh kendaraan bermotor. WHO memperkirakan bahwa 70% penduduk kota di dunia pernah menghirup udara kotor akibat emisi kendaraan bermotor, sedagkan 10% sisanya menghirup udara yang bersifat marginal. Akibatnya fatal bagi bayi dan anak-anak. Orang dewasa yang beresiko tinggi, misalnya wanita hamil, usia lanjut, serta orang yang telah memiliki riwayat penyakit paru dan saluran pernapasan menahun. Celakanya, para penderita maupun keluarganya tidak menyadari bahwa berbagai akibat negatif tersebut berasal dari polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor yang semakin memprihatinkan.

Indonesia merupakan negara kepulauan dikelilingi lautan dan terletak di daerah katulistiwa, sehingga menyebabkan angin bertiup sepanjang tahun dengan kecepatan yang relatif stabil. Hal ini sangat menguntungkan, mengingat iklim dan kecepatan angin menentukan derajat pencemaran udara di suatu tempat. Udara merupakan komponen kehidupan dan perikehidupan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia maupun makhluk hidup lainnya seperti tumbuhan dan hewan. Tanpa makan dan minum kita bisa hidup untuk beberapa hari tetapi tanpa udara kita hanya dapat hidup untuk beberapa menit saja. Kualitas dari udara yang telah berubah komposisinya dari komposisi udara alamiahnya adalah udara yang sudah tercemar sehingga tidak dapat menyangga kehidupan. Ada beberapa alasan mengapa pencemaran udara menjadi masalah yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Pencemaran melalui udara dapat berjalan dengan cepat dan menyebar secara luas bahkan dapat bersifat global.
  2. Manusia tidak mempunyai daya pilih terhadap bahan-bahan berbahaya yang ada di udara, artinya pada saat bernafas semua zat-zat yang ada di udara dapat masuk ke dalam saluran pernapasan.
  3. Saluran pernapasan mempunyai bidang permukaan yang sangat luas yang dapat kontak dengan bahan pencemar sehingga dosis pemaparannya begitu besar.

Demikian pentingnya membahas mengenai masalah pencemaran udara, maka penulis menyusun makalah berjudul ”Pencemaran Udara Akibat Pencemaran Udara”.

 

  1. B.     Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas dapat rumuskan beberapa masalah, yaitu:

1. Apa definisi pencemaran udara?

2. Bagaimana kondisi kebersihan udara saat ini?

3. Apa penyebab terjadinya pencemaran udara?

4. Apa dampak terjadinya pencemaran udara?

5. Apa solusi untuk mengurangi dampak pencemaran udara?

 

C. Tujuan 

Penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui:

1. Definisi pencemaran udara.

2. Kondisi kebersihan udara saat ini.

3. Penyebab terjadinya pencemaran udara.

4. Dampak terjadinya pencemaran udara.

5. Solusi untuk mengurangi dampak pencemaran udara.


 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.     Definisi Pencemaran Udara

Secara umum definisi udara tercemar adalah perbedaan komposisi udara aktual dengan kondisi udara normal dimana komposisi udara aktual tidak mendukung kehidupan manusia. Bahan atau zat pencemaran udara sendiri dapat berbentuk gas dan partikel. Banyak faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama.

Bahan atau zat pencemaran udara sendiri dapat berbentuk gas dan partikel. Dalam bentuk gas dapat dibedakan menjadi:

  • Golongan belerang (sulfur dioksida, hidrogen sulfida, sulfat aerosol)
  • Golongan nitrogen (nitrogen oksida, nitrogen monoksida, amoniak, dan nitrogen dioksida)
  • Golongan karbon (karbon dioksida, karbon monoksida, hidrokarbon)
  • Golongan gas yang berbahaya (benzene, vinyl klorida, air raksa uap)

Sedagkan jenis pencemaran udara berbentuk partikel dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Mineral (anorganik) dapat berupa racun seperti air raksa dan timah
  • Bahan organik yang terdiri dari ikatan hidrokarbon, klorinasi alkan, benzene
  • Makhluk hidup terdiri dari bakteri, virus, telur cacing.
  1. B.     Kondisi Kebersihan Udara Saat Ini

Polusi Udara adalah permasalahan yang sangat sulit untuk diatasi di suatu negara. Salah satunya di Indonesia. Tingkat pencemaran udara di Indonesia semakin memprihatinkan. Bahkan salah satu studi melaporkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ketiga di dunia. World Bank juga menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan/partikulat tertinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City. Sangat menyedihkan dan memprihatikan memang. Dari semua penyebab polusi udara yang ada, emisi gas dari transportasi terbukti sebagai penyumbang pencemaran udara tertinggi di Indonesia, yakni sekitar 85%. Hal ini diakibatkan oleh laju pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor yang tinggi. Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas yang kurang baik.Banyak orang tidak tahu bahkan tidak peduli dengan dampak dari polusi udara bagi kesehatan mereka. Berikut ini akan dijelaskan beberapa akibat dari polusi udara yang terhirup manusia.

Polusi udara dapat mempengaruhi kesehatan kita dalam banyak hal dan memiliki dua efek, yaitu efek jangka pendek dan jangka panjang. Berbagai individu serta kelompok  tercemar oleh polusi udara dengan cara yang berbeda. Beberapa individu jauh lebih sensitif terhadap polutan daripada individu yang lain. Anak-anak dan lansia sering lebih menderita terhadap dampak polusi udara. Orang dengan masalah kesehatan seperti penyakit asma, jantung dan paru-paru juga mengalami hal yang serupa. Sejauh mana seorang individu merasaka dirugikan oleh polusi udara biasanya tergantung pada total bahan kimia yang merusak, yaitu, durasi pencemaran dan konsentrasi bahan kimia harus diperhitungkan.Contoh efek jangka pendek termasuk iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan, dan infeksi saluran pernapasan atas seperti bronkitis dan pneumonia. Gejala lain adalah sakit kepala, mual, dan reaksi alergi. Jangka pendek polusi udara dapat memperburuk kondisi medis individu dengan asma dan emphysema. Dalam “Bencana Smog” besar di London pada tahun 1952, empat ribu orang tewas dalam beberapa hari karena tingginya pencemaran dan polusi. Efek jangka panjang bagi kesehatan, termasuk penyakit pernafasan kronis, kanker paru-paru, penyakit jantung, dan bahkan kerusakan otak, saraf, hati, atau ginjal. Kanker lambung, ditemukan dua kali lebih banyak pada daerah dengan polusi tinggi. Paparan yang terus-menerus oleh polusi udara mempengaruhi paru-paru anak-anak dan dapat memperburuk atau memperparah kondisi medis. Diperkirakan bahwa setengah juta orang meninggal sia-sia setiap tahun di Amerika Serikat sebagai akibat dari merokok. Penelitian terhadap efek kesehatan dari polusi udara sedang berlangsung. Biaya yang dikeluarkan atas dampak yang disebabkan oleh polusi udara bisa sangat mahal. Biaya pengobatan, kehilangan produktivitas di tempat kerja, dan kesejahteraan menghabiskan biaya miliaran dolar setiap tahunnya. Bank Dunia melaporkan bahwa adanya kandungan timbal dari asap knalpot dapat menyebabkan menurunnya tingkat kecerdasan (IQ), bisa jadi selama ini penurunan kualitas IQ orang-orang Indonesia dikarenakan tingkat polusi udara yang tinggi.

  1. C.    PENYEBAB PENCEMARAN UDARA SAAT INI

Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon Monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari Pembakaran . Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di Atmosfer. Pembentukan Ozon dalam Smog Fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.

Belakangan ini tumbuh keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global (global warming) yg memengaruhi;

Kegiatan manusia

  • Transportasi
  • Industri
  • Pembangkit listrik
  • Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar
  • Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)

Sumber alami

  • Gunung berapi
  • Rawa-rawa
  • Kebakaran hutan

Sumber-sumber lain

  • Transportasi amonia
  • Kebocoran tangki Klor
  • Timbulan gas Metana dari Tempat Pembuangan Akhir sampah
  • Uap pelarut organik
  1. D.    Dampak Pencemaran Udara
    1. 1.      Dampak kesehatan

Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem Pernafasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh Sistem Peredaran Darah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas atas), termasuk di antaranya, asma, Bronkritis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai Toksit dan Karsinogenik.

  1. 2.      Dampak terhadap tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain Klorosis, Nekrosis, dan Bintik Hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses Fotosintesis.

  1. a.      Hujan asam

pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari Hujan Asam ini antara lain:

  • Mempengaruhi kualitas air permukaan
  • Merusak tanaman
  • Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
  • Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan
  1. b.      Efek rumah kaca

Efek Rumah Kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan Troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena Pemanasan Global

  1. Pemanasan Global

Dampak dari pemanasan global adalah:

  • Peningkatan suhu rata-rata bumi
  • Pencairan es di kutub
  • Perubahan iklim regional dan global
  • Perubahan siklus hidup flora dan fauna
  1. d.      Kerusakan lapisan ozon

Lapisan Ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter Radiasi Uktraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.

  1. E.     Solusi untuk Mengatasi Pencemaran Udara

Upaya penanggulangan dilakukan dengan tindakan pencegahan (preventif) yang dilakukan sebelum terjadinya pencemaran dan tindakan kuratif yang dilakukan sesudah terjadinya pencemaran.

1. Usaha Preventif (sebelum pencemaran)

a. Mengembangkan energi alternatif dan teknologi yang ramah lingkungan.

b. Mensosialisasikan pelajaran lingkungan hidup (PLH) di sekolah dan masyarakat.

c. Mewajibkan dilakukannya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) bagi industri atau usaha yang menghasilkan limbah.

d.   Tidak membakar sampah di pekarangan rumah.

e. Tidak menggunakan kulkas yang memakai CFC (freon) dan membatasi penggunaan AC dalam kehidupan sehari-hari

f. Tidak merokok di dalam ruangan.

g. tidak melakukan penebangan hutan, pohon dan tumbuhan liar secara sembarangan.

h. mengurangi atau menghentikan penggunaan zat aerosol dalam penyemprotan ruang.

b. Usaha kuratif (sesudah pencemaran)

Bila telah terjadi dampak dari pencemaran udara, maka perlu dilakukan beberapa usaha untuk memperbaiki keadaan lingkungan, dengan cara:

a. menggalang dana untuk mengobati dan merawat korban pencemaran lingkungan.

b. kerja bakti rutin di tingkat RT/RW atau instansiinstansi untuk     membersihkan lingkungan dari polutan.

c. melokalisasi tempat pembuangan sampah akhir (TPA) sebagai  tempat/pabrik daur ulang.

d. menggunakan penyaring pada cerobongcerobongi di kilang minyak atau pabrik yang menghasilkan asap atau jelaga penyebab

pencemaran udara.

e. mengidentifikasi dan menganalisa serta menemukan alat atau teknologi tepat guna yang berwawasan lingkungan setelah adanya musibah/kejadian akibat pencemaran udara, misalnya menemukan bahan bakar dengan kandungan timbal yang rendah (BBG).

2. Program pemerintah

Selain usaha preventif dan kuratif, Pemerintah juga perlu mencanangkan programprogram yang bertujuan untuk mengendalikan pencemaran, khususnya pencemaran udara, yaitu;

a. PROGRAM LANGIT BIRU yang dicanangkan sejak Agustus 1996. Bertujuan untuk meningkatkan kembali kualitas udara yang telah tercemar, misalnya dengan melakukan uji emisi kendaraan bermotor.

b. Keharusan membuat cerobong asap bagi industri/ pabrik.

c. Imbauan mengurangi bahan bakar fosil (minyak, batu bara) dan menggantinya dengan energi

d. Membatasi beroperasinya mobil dan mesin pembakar yang sudah tua dan tidak layak pakai.

e. Larangan menggunakan gas CFC.

f. Larangan beredarnya insektisida berbahaya seperti DDT (dikhloro difenil trikhloro etana).

g. Melarang penggunaan CFC pada produksi kosmetika.

i. Menetapkan undang-undang dan hukum tentang pelaksanaan perlindungan lapisan ozon

  1. 3.      Secara nasional dan internasional

Solusi untuk mengatasi polusi udara kota terutama ditujukan pada pembenahan sektor transportasi, tanpa mengabaikan sektor-sektor lain. Hal ini kita perlu belajar dari kota-kota besar lain di dunia, yang telah berhasil menurunkan polusi udara kota dan angka kesakitan serta kematian yang diakibatkan karenanya :

  1. Pemberian izin bagi angkutan umum kecil hendaknya lebih dibatasi, sementara kendaraan angkutan massal, seperti bus dan kereta api, diperbanyak.
  2. Pembatasan usia kendaraan, terutama bagi angkutan umum, perlu dipertimbangkan sebagai salah satu solusi. Sebab, semakin tua kendaraan, terutama yang kurang terawat, semakin besar potensi untuk memberi kontribusi polutan udara.
  3. Potensi terbesar polusi oleh kendaraan bermotor adalah kemacetan lalu lintas dan tanjakan. Karena itu, pengaturan lalu lintas, rambu-rambu, dan tindakan tegas terhadap pelanggaran berkendaraan dapat membantu mengatasi kemacetan lalu lintas dan mengurangi polusi udara.
  4. Pemberian penghambat laju kendaraan di permukiman atau gang-gang yang sering diistilahkan dengan “polisi tidur” justru merupakan biang polusi. Kendaraan bermotor akan memperlambat laju
  5. Uji emisi harus dilakukan secara berkala pada kendaraan umum maupun pribadi meskipun secara uji petik (spot check). Perlu dipikirkan dan dipertimbangkan adanya kewenangan tambahan bagi polisi lalu lintas untuk melakukan uji emisi di samping memeriksa surat-surat dan kelengkapan kendaraan yang lain.

BAB I
PENDAHULUAN

  1. 1.      Latar Belakang

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan.

Interaksi sosial akan berlangsung apabila seorang individu melakukan tindakan dan dari tindakan tersebut menimbulkan reaksi individu yang lain. Interaksi sosial terjadi jika dua orang atau lebih saling berhadapan, bekerja sama, berbicara, berjabat tangan atau bahkan terjadi persaingan dan pertikaian.

  1. 2.      Rumusan Masalah

Dalam makalah ini akan membahas mengenai :

  1. Pengertian interaksi social?
  2. Apa syarat-syarat terjadinya interaksi social ?
  3. Apa Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial ?
  4. Apa sajakag Pola-pola interaksi sosial ?
  5. Bagaimana bentuk-bentuk interaksi sosial ?
  1. 3.      Tujuan

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penyusunan makalah ini, diantaranya adalah:

  1. Untuk mengetahui dan memahami Kedudukan Interaksi sosial
  2. Untuk memahami Sistem Sosial Masyarakat
  3. Untuk mengetahui Bagan-bagan Interaksi Sosial
  1. 4.      Manfaat

Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh melalui penyusunan makalah ini baik mamfaat secara teoritis dan peraktis adalah:

  1. Diharapkan dapat bermanfaat dalam mengembangkan konsep-konsep baru yang berhubungan dengan penelitian khususnya dalam pendekatan etnografi.
  2. Diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berharga dalam memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya dalam penerapan metode penelitian kualiatatif dengan pendekatan etnografi.
  3. Diharapkan dapat di jadikan sebagai masukan, melengkapi koleksi bahan pustaka serta sebagai informasi dan refrensi.
  4. Dapat bermanfaat bagi penyusun dan pembaca dalam menambah ilmu pengetahuan dan wawasan berfikir yang lebih luas serta berfikir ilmiah dalam dunia pendidikan.

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

  1. 1.      Perilaku Manusia

Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika , kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika.

Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar.

  1. 2.      Nilai Sosial

Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai.

Drs. Suparto mengemukakan bahwa nilai-nilai sosial memiliki fungsi umum dalam masyarakat.Di antaranya nilai-nilai dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku.Selain itu, nilai sosial juga berfungsi sebagai penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial.Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya.

Ciri-ciri nilai social diantaranya yaitu:

·          Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.

·          Disebarkan di antara warga masyarakat (bukan bawaan lahir).

·          Terbentuk melalui sosialisasi(proses belajar)

·          Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan social manusia.

·          Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.

·          Dapat memengaruhi pengembangan diri social

·          Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat

·          Cenderung berkaitan satu sama lain.

Berdasarkan ciri-cirinya, nilai sosial dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu nilai dominan dan nilai mendarah daging (internalized value).Nilai dominan adalah nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya. Nilai mendarah daging adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi (bawah sadar).

 

  1. 3.      Definisi Perilaku Sosial

Perilaku sosial adalah suasana saling ketergantungan yang merupakan keharusan untuk menjamin keberadaan manusia (Rusli Ibrahim, 2001). Sebagai bukti bahwa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sebagai diri pribadi tidak dapat melakukannya sendiri melainkan memerlukan bantuan dari orang lain. Oleh karena itu, manusia dituntut mampu bekerja sama, saling menghormati, tidak mengganggu hak orang lain, toleran dalam hidup bermasyarakat .

Menurut Krech, Crutchfield dan Ballachey (1982) dalam Rusli Ibrahim (2001), perilaku sosial seseorang tampak dalam pola respons antar orang yang dinyatakan dengan hubungan timbal balik antar pribadi. Perilaku social juga identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain (Baron & Byrne, 1991 dalam Rusli Ibrahim, 2001). Perilaku tersebut ditunjukkan dengan perasaan, tindakan, sikap, keyakinan, kenangan, atau rasa hormat terhadap orang lain.

Perilaku social seseorang merupakan sifat relative untuk menanggapi orang lain dengan cara yang berbeda-beda. Sebagai contoh, dalam melakukan kerjasama, ada orang yang melakukannya diatas kepentingan pribadinya, ada orang yang bermalas-malasan, tidak sabar dan hanya ingin mencari untung sendiri.

Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk social (W.A. Gerungan, 1978:28). Sejak dilahirkan, manusia membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Pada perkembangan menjuju kedewasaan, interaksi social diantara manusia dapat merealisasikan kehidupannya secara individual.Hal ini dikarenakan jika tidak ada timbal balik dari interaksi social, maka manusia tidak dapat merealisasikan potensi-potensinya sebagai sosok individu yang utuh sebagai hasil interaksi social.Potensi-potensi yang dimiliki seseorang dapat diketahui dari perilaku kesehariannya.Pada saat bersosialisasi maka yang ditunjukkannya adalah perilaku social.Pembentukan perilaku social seseorang dipengaruhi oleh berbagai factor, baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal.

Pada aspek eksternal situasi social memegang pernanan yang cukup penting.Situasi social diartikan sebagai setiap situasi dimana terdapat saling hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain (W.A. Gerungan, 1978:77). Dengan kata lain setiap situasi yang menyebabkan terjadinya interaksi social bisa dikatakan sebagai situasi social. Contoh situasi social misalnya di lingkungan pasar, pada saat rapat, atau dalam lingkungan pembelajaran.


BAB III

PEMBAHASAN

  1. 1.      Pengertian Interaksi Sosial

Kimball Young dan Raymond, W. Mack, interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Dengan kata lain bahwa interaksi sosial merupakan intisari kehidupan sosial. Artinya, kehidupan sosial dapat terwujud dalam berbagai bentuk pergaulan seseorang dengan orang lain.

Gillin dan Gillin mendefinisikan interaksi sosial sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.

Bertemunya orang-perorangan secara badaniah belaka tidak akan menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. Pergaulan hidup scmacam itu baru akan terjadi apabila orang-orang atau kelompok-kelompok manusia bekerjasama, saling berbicara, dan seterusnya untuk mencapai suatu tujuan bersama.

  1. 2.      Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok. Dua Syarat terjadinya interaksi sosial :

  1. Adanya kontak sosial (social contact)

Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu antar individu, antar individu dengan kelompok, antar kelompok.Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung (face to face) maupun tidak langsung atau sekunder. Yakni kontak sosial yang dilakukan melaui perantara, seperti melalui telepon, orang lain, surat kabar, dan lain-lain. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama, sedangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama seali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial.

  1. Adanya Komunikasi Sosial

Yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang dilakukannya.

Interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1)        Pelaku lebih dari satu orang

2)        Adanya komunikasi di antara pelaku

3)        Adanya tujuan mungkin sama atau tidak sama antar pelaku

4)        Adanya dimensi waktu

  1. 3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial

Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor yang ada diluar individu, seperti faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan tergabung. Empat faktor yang menjadi dasar proses interaksi sosial adalah sebagai berikut :

  1. Imitasi

Berarti meniru perilaku dan tindakan orang lain. Imitasi memiliki segi positif dan negatif, dikatakan positif apabila suatu individu meniru perilaku individu lain yang baik sesuai nilai dan norma masyarakat. Namun dikatakan negatif apabila suatu individu meniru perilaku individu lain yang tidak baik atau menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

  1. Sugesti

Sugesti merupakan suatu proses dimana seorang individu menerima suatu cara  pandangan tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu. Akibatnya, pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pandangan itu dan menerimanya secara sadar atau tidak sadar tanpa berpikir panjang.

Sugesti biasanya dilakukan dari orang-orang yang berwibawa dan memiliki pengaruh besar di lingkungan sosialnya.Akan tetapi, sugesti dapat pula berasal dari kelompok besar (mayoritas) terhadap kelompok kecil (minoritas), ataupun orang dewasa terhadap anak-anak. Cepat atau lambatnya proses sugesti ini sangat tergantung pada usia, kepribadian,  kemampuan intelektual, dan keadaan fisik seseorang.

Sugesti dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu:

a)      Sugesti kerumunan (crowd suggestion) adalah penerimaan yang tidak didasarkan pada penalaran, melainkan karena keanggotaan atau kerumunan.

b)      Sugesti negatif (negative suggestion) ditujukan untuk menghasilkan tekanan-

tekanan atau pembatasan tertentu.

c)      Sugesti prestise (prestige suggestion) adalah sugesti yang muncul sebagai akibat adanya prestise orang lain.

  1. Identifikasi

Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan proses sugesti yang pengaruhnya telah amat kuat. Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi dinamakan idola.

Sikap, prilaku, keyakinan, dan pola hidup yang menjadi idola akan melembaga bahkan menjiwai para pelaku identifikasi, sehingga sangat berpengaruh terhadap pembentukan dan perkembangan kepribadiannya.

  1. Simpati

Merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.

  1. 4.      Pola-pola Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan suatu proses yang dapat memberikan pola interaksinya. Pola interkasi sosial merupakan bentuk jalinan interaksi yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang bersifat dinamis dan mempunyai pola tertentu. Pola interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Didasarkan atas kedudukan sosial (status) dan peranannya.
  2. Merupakan suatu kegiatan yang terus berlanjut dan berakhir pada suatu titik yang merupakan hasil dari kegiatan tadi.
  3. Mengandung dinamika. Artinya dalam proses interaksi sosial terdapat berbagai keadaan nilai sosial yang diproses, baik yang mengarah pada kesempurnaan maupun kehancuran.
  4. Tidak mengenal waktu, tempat, dan keadaan tertentu. Berarti interaksi sosial dapat teriadi kapan dan dimanapun, dan dapat berakibat positif atau negatif terhadap kehidupan masyarakat.

Dari pola-pola tersebut, berdasarkan bentuknya, interaksi sosial dapat diklasifikasikan

menjadi tiga pola, yaitu:

  1. Pola interaksi individu dengan indiuidu

Dalam mekanismenya, interaksi ini dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan yang  mengakibatkan munculnya beberapa fenomena, seperti: jarak sosial, perasaan simpati dan antipati, intensitas dan frekuensi interaksi.

Pola ini merupakan bentuk hubungan antara individu dengan individu sebagai anggota suatu kelompok yang menggambarkan mekanisme kegiatan kelompoknya.Dimana setiap perilaku didasari kepentingan kelompok, diatur dengan tatacara yang ditentukan kelompoknya, dan segala akibat dari hubungan merupakan tanggung jawab bersama.

  1. Pola interaksi kelompok dengan kelompok

Hubungan ini mempunyai ciri-ciri khusus berdasarkan pola yang tampak. Pola interaksi antar kelompok dapat terjadi karena aspek etnis, ras, dan agama, termasuk juga di dalamnya perbedaan jenis kelamin dan usia, institusi, partai, organisasi, dan lainnya.

  1. 5.      Bentuk-bentuk interaksi sosial

Gillin dan gillin menggolongkan proses sosial yang muncul akibat dari adanya interaksi sosial menjadi dua jenis, yakni proses yang mengarah pada terwujudnya persatuan dan integrasi sosial (asosiatif) dan proses oposisi yang berarti cara berjuang untuk melawan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu (disosiatif).

A. ASOSIATIF

Asosiatif merupakan bentuk interaksi yang akan mendorong terciptanya pola keteraturan sosial. Berikut adalah bentuk-bentuk dari asosiatif :

  1. a.      Kerja Sama (cooperation)

Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. Dalam perkembangan selanjutnya, keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik. Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya.
Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H.Cooley :

”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna”

Bentuk kerja sama dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Berdasarkan sifatnya

·          Kerja sama langsung (directed cooperation), yaitu kerjasama sebagai hasil dari perintah atasan kepada bawahan atau penguasa terhadap rakyatnya.

·          Kerja sama spontan (spontaneus cooperation), yaitu kerjasama yang terjadi secara serta-merta.

·          Kerja sama kontrak (contractual cooperation), yaitu kerjasama atas dasar syarat-syarat atau ketetapan tenentu, yang disepakati bersama.

·          Kerja sama tradisional (traditional cooperation), yaitu kerjasama sebagian atau unsur-unsur tertentu dari sistem sosial.

  1. Berdasarkan pelaksanaannya

·          Kerukunan atau gotong royong

·          bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.

·          Kooptasi, yaitu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik organisasi sebagai satu-satunya cara untuk menghindari konflik yang bisa mengguncang organisasi. Contoh: amandemen terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

·          Koalisi, yaitu kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang keduanya mempunyai tujuan yang sama. Tetapi, pada koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil karena mereka memiliki strukturya masing-masing. Contoh: koalisi antara dua partai politik.

·          Joint-venture, yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek tertentu. Contoh: pengeboran minyak di Natuna antara Indonesia dengan Amerika; pembuatan jalan layang Pasopati di Bandung.

  1. b.      Akomodasi

Akomodasi (accomodation) dalam sosiologi memiliki dua pengertian, yaitu menggambarkan suatu keadaan dan proses. Akomodasi yang menggambarkan suatu keadaan berarti adanya keseimbangan interaksi sosial yang berkaitan dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan akomodasi sebagai suatu proses menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan.

Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Maksudnya, sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.

Akomodasi mempunyai beberapa bentuk, yaitu sebagai berikut:

  1. Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak pihak tertentu terhadap pihak lain yang lebih lemah. Berarti, terjadi penguasaan (dominasi) suatu kelompok atas pada kelompok yang lemah. Contoh: dalam sistem perbudakan atau penjajahan.
  2. Kompromi (compromise), yaitu bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agat tercapai suatu penyelesaian. Sikap dasar untuk melaksanakan kompromi adalah semua pihak bersedia untuk merasakan dan memahami keadaan pihak lainnya. Contoh: Perjanjian antara Indonesia dengan Malaysia tentang batas wilayah perairan.
  3. Arbitrasi (arbitration), yaitu bentuk akomodasi apabila pihak-pihak yang berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri, sehingga dilakukan melalui pihak ketiga. Pihak ketiga di sini dapat ditunjuk oleh dua belah pihak atau oleh suatu badan yang dianggap berwenang. Contoh: pertentangan antara karyawan dan pengusaha, diselesaikan melalui serikat buruh serta Departemen Tenaga Kerja sebagai pihak ketiga.
  4. Mediasi (mediation), yaitu suatu bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi. Namun, pihak ketiga yang bertindak sebagai penengah bersikap netral dan tidak mempunyai wewenang untuk memberi keputusan-keputusan penyelesaian perselisihan antara kedua belah pihak. Contoh: mediasi pemerintah RI untuk mendamaikan faksi-faksi yang berselisih di Kamboja. RI hanya menjadi fasilitator, sedangkan keputusan mau berdamai atau tidak tergantung niat baik masing-masing faksi yang bertikai.
  5. Konsiliasi (conciliation), yaitu bentuk akomodasi untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang bertikai untuk tercapainya kesepakatan bersama. Konsiliasi bersifat lebih lunak dan membuka kesempatan kepada pihak-pihak yang bertikai untuk mengadakan asimilasi. Contoh: panitia tetap penyelesaian masalah ketenagakerjaan mengundang perusahaan dan perwakilan karyawan untuk menyelesaikan pemogokan.
  6. Toleransi (toleration), yaitu bentuk akomodasi yang terjadi tanpa persetujuan yang resmi. Kadang-kadang toleransi terjadi secara tidak sadar dan tanpa direncanakan karena adanya keinginan-keinginan untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari perselisihan yang saling menrugikan kedua belah pihak. Contoh: umat yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan, tidak makan di sembarang tempat.
  7. Stalemate, yaitu bentuk akomodasi ketika kelompok yang bertikai mempunyai kekuatan yang seimbang. Lalu keduanya sadar bahwa tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur, sehingga per-tentangan atau ketegangan antara keduanya akan berhenti dengan sendirinya. Contoh: pcrsaingan antara Blok Barat dan Blok Timur Eropa berhenti dengan sendirinya tanpa ada pihak yang kalah ataupun menang.
  8. Ajudikasi (adjudication), yaitu penyelesain masalah atau sengketa melalui pengadilan atau jalur hukum. Contoh: Persengketaan tanah warisan yang diselesaikan di pengadilan.
  9. Displacement, yaitu bentuk akomodasi yang merupakan untuk mengakhiri suatu pertentangan dengan cara mengalihkan perhatian pada objek bersama. Contoh: adanya persengketaan Indonesia-Australia tentang batas ZEE berakhir setelah dilakukan pembagian eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi di Cclah Timor. Persengketaan yang terjadi karena keberadaan sumberdaya alam, dan bukan ZEE.
  10. Konversi, yaitu bentuk akomodasi dalam menyelesaikan konflik dimana salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain. Contoh: dua keluarga besar bermusuhan karena perbedaan prinsip, tetapi karena anak mereka saling menjalin cinta yang tidak mungkin dipisahkan, sikap permusuhan pun luluh dan bersedia saling menerima pertunangan anak-anaknya.

Dari bentuk-bentuk akomodasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa akomodasi memiliki fungsi dan tujuan sebagai berikut :

  1. Mencegah timbulnya pertentangan untuk sementara waktu.
  2. Mengurangi pertentangan yang telah terjadi akibat adanya perbedaan faham.
  3. Menghindarkan persaingan yang dapat merugikan salah satu pihak.
  4. Mengkoordinasikan pihak—pihak yang berbeda pendapat agar tidak mengarah pada pertentangan.
  5. Memungkinkan terjadinya kerja sama antar kelempok sosial.
  6. Mengusahakan peleburan antara kelempok-kelompok sosial yang terpisah.
  7. Memberikan gambaran atau pedoman agar perencanaan perubahan sosial disesuaikan dengan situasi dan kcndisi masyarakat.
  8. Menghasilkan sintesis atau titik temu antara yang berbeda pendapat agar menghasilkan suatu pola baru yang disepakati bersama.
  1. c.       Asimilasi

Asimilasi (assimilation) berarti proses penyesuaian sifat-sifat asli yang dimiliki denganSifat-sifat lingkungan sekitar. Gillin dan Gillin menjelaskan bahwa suatu proses socialdikategorikan pada asimilasi apabila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Berkurangnya perbedaan karena adanya usaha-usaha untuk mengurangi dan menghilangkan perbedaan antara orang atau kelompok.
  2. Mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.
  3. Setiap orang sebagai kelompok melakukan interaksi secara langsung dan intensif secara terus-menerus.
  4. Setiap individu melakukan identifikasi diri dengan kepentingan bersama. Artinya, menyesuaikan kemauannya dengan kemauan kelompok. Demikian pula antara kelompok yang satu dengan kelompok lain, sehingga perbedaan-perbedaan yang ada akan hilang atau melebur menjadi satu.

Asimilasi merupakan proses sosial tahap lanjut atau tahap penyempurnaan. Artinya, asimilasi terjadi setelah melalui tahap kerjasama dan akomodasi. Asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga persyaratan berikut :

  1. Terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda.
  2. Terjadi pergaulan antar individu atau kelompok secara intensif dalam waktu yang relatif lama.
  3. Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri.

Selain persyaratan di atas, proses asimilasi akan berjalan lancar apabila ditunjang oleh faktor-faktor berikut :

  1. Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi
  2. Sikap menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaannya
  3. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
  4. Persamaan dalam unsur—unsur kebudayaan universal
  5. Perkawinan campuran antara kelompok yang berbeda budaya
  6. Adanya musuh bersama dari luar

Faktor-faktor yang menjadi penghambat terjadinya asimilasi adalah sebagai berikut :

  1. Terisolasinya kehidupan suatu kelompok tertentu dalam masyarakat, atau sikap menutup diri (isolasi). Contoh: kehidupan suku pedalaman Baduy.
  2. Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi. Contoh: dengan menggunakan komputer dapat memudahkan pekerjaan dari pada penggunaan mesin tik. Akan tetapi, karena tidak bisa menggunakannya maka pekerjaan akan menjadi lebih lama dari mesin tik.
  3. Adanya prasangka negatif atau adanya perasaan takut terhadap pengaruh kebudayaan baru yang dihadapi. Contoh: kerja keras dapat menjadikan sikap orang menjadi serakah. Padahal, kerja keras sangat diperlukan dalam mayarakat modern.
  4. Adanya perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi dari pada kebudayaan kelompoknya, sehingga kelompok tersebut memisahkan diri dan menjadikan jarak yang semakin jauh.
  5. Adanya perbedaan ciri-ciri fisik, seperti tinggi badan, warna kulit atau rambut. Contoh: etnosentrime, rasialisme, apartheid.
  6. Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi.
  7. Adanya gangguan golongan minoritas terhadap golongan yang berkuasa. Contoh: adanya gangguan golongan minoritas Jepang yang tinggal di Amerika setelah penyerangan pangakalan Angkatan Laut Amerika Serikat Pearl Harbor oleh tentara Jepang pada tahun 1941.
  1. d.      Akulturasi

Akulturasi (acculturation) adalah berpadunya unsur-unsur kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaannya yang asli. Lamanya proses akulturasi sangat tergantung pada persepsi masyarakat setempat terhadap budaya luar yang masuk. Akulturasi bisa terjadi dalam waktu yang relatif lama apabila masuknya melalui proses pemaksaaan. Sebaliknya, apabila masuknya melalui proses damai, akulturasi tersebut akan relatif lebih cepat. Contoh: Candi Borobudur merupakan  perpaduan kebudayaan India dengan kebudayaan Indonesia; musik Melayu bertemu dengan musik Spanyol menghasilkan musik keroncong.

B.     DISOSIATIF

Walaupun proses sosial ini kurang mendorong terciptanya keteraturan sosial. Bahkan cenderung ke arah oposisi yang berarti cara yang bententangan dengan seseorang ataupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Walau demikian, ada juga manfaatnya demi tercipta suatu keteraturan sosial. Proses disosiatif dapat dibedakan ke dalam tiga bentuk sebagai berikut :

  1. a.      Persaingan

Persaingan (Competition) merupakan suatu proses sosial ketika berbagai pihak saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Persaingan terjadi apabila beberapa pihak menginginkan sesuatu yang jumlahnya sangat terbatas atau sesuatu yang menjadi pusat perhatian umum. Contoh: persaingan 12 besar para penyanyi dalam acara Akademi Fantasi Indonesia (AFI) yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta. Persaingan dilakukan dengan norna dan nilai yang diakui bersama.Sehingga kecil kemungkinan persaingan menggunakan kekerasan atau ancaman. Dengan kata lain, persaingan dilakukan secaea sehat atau sportif. Misalnya, dalam sepakbola dikenal istilah fair play. Hasil dari suatu persaingan akan diterima dengan kepala dingin oleh berbagai pihak yang bersaing, tanpa ada rasa dendam. Karena sejak awal, masing—masing pihak telah menyadari akan ada yang menang dan kalah. Karena itu, persaingan sangat baik bagi Anda untuk meningkatkan prestasi, misalnya untuk menjadi juara kelas. Persaingan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :

  • Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang sama-sama menuntut dipenuhi, padahal sulit dipenuhi semuanya secara serentak.
  • Menyalurkan kepentingan serta nilai-nilai dalam masyarakat, terutama yang menimbulkan konflik.
  • Menyeleksi individu yang pantas memperoleh status dan peran yang sesuai dengan kemampuannya.
  1. b.      Kontravensi

Kontravensi (contravension) merupakan proses sosial yang ditandai adanya ketidakpuasan, ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan terhadap kepribadian seseorang atau kelompok yang tidak diungkapkan secara terbuka. Kontravcnsi adalah sikap menentang secara tersembunyi, agar tidak sampai terjadi perselisihan secara terbuka. Penyebab kontravensi antara lain perbedaan pendirian antara kalangan tertentu dengan kalangan lain dalam masyarakat, atau bisa juga dengan pendirian masyarakat. Perang dingin merupakan kontravensi karena tujuannya membuat lawan tidak tenang atau resah.Dalam hal ini, lawan tidak diserang secara fisik, melainkan secara psikologis. Melawan

secara psikologis merupakan hal yang tersembunyi (tidak terbuka).

Menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker, terdapat lima bentuk kontravensi sebagai berikut :

  • Kontravensi umum, contoh: penolakan, perlawanan, protes, gangguan, mengancam pihak lawan.
  •  Kontravensi sederhana, contoh: menyangkal pernyataan orang di depan umum, memaki melalui Surat selebaran, atau mencerca.
  • Kontravensi intensif, contoh: penghasutan, penyebaran desas-desus, memfitnah.
  • Kontravensi rahasia, contoh: pembocoran rahasia, khianat, subversi.
  • Kontravensi taktis, contoh: mengejutkan pihak lawan, provokasi, dan intimidasi.

Akibat positif dari adanya kontravensi yang mengarah pada terjadinya keteraturan sosial, antara lain:

  • Dalam diskusi ilmiah misalnya pada suatu seminar-seminar tentang permasalahan tertentu, biasanya perbedaan pendapat justru diharapkan untuk melihat kelemahan-kelemahan suatu pendapat, sehinga dapat ditemukan pendapat atau pilihan-pilihan yang lebih kuat sebagai jalan keluar suatu pemecahan masalah yang di seminarkan tersebut.
  • Menambah rasa memiliki/kesatuan yang kuat (solidaritas) dalam kelompok. Misalnya adanya pertentangan antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya maka rasa persatuan atau memiliki kelompok akan lebih kuat dari masing-masing anggotanya, bahkan mereka merasa lebih erat dan siap berkorban demi kelompoknya untuk menghadapi ancaman yang datang dari luar.
  • Mendorong adanya perubahan atau memperbaiki kelemahan-kelemahan sehingga memiliki sesuatu yang lebih benar dan baik lagi.
  1. c.       Pertikaian

Pertikaian merupakan proses sosial bentuk lanjut dari kontravensi. Sebab, perselisihan sudah bersifat terbuka.Pertikaian terjadi karena semakin tajamnya perbedaan antara kalangan tertentu dalam masyarakat. Semakin tajam perbedaan mengakibatkan amarah dan rasa benci yang mendorong tindakan untuk melukai, menghancurkan atau menyerang pihak lain. Pertikaian jelas sekali mengarah pada disintegrasi antar individu maupun kelompok.

 

  1. d.      Konflik

Pertentangan atau konflik (conflict) adalah suatu perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan kekerasan.Pengertian konflik yang paling sederhana adalah saling memukul (configere).Namun, konflik tidak hanya berwujud pertentangan fisik semata. Dalam definisi yang lebih luas, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua pihak atau lebih, di mana pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Sebagai proses sosial, konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan yang sulit didamaikan. Perbedaan tersebut antara lain menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, dan keyakinan. Konflik merupakan situasi wajar dalam setiap masyarakat.Bahkan, tidak ada satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik, entah dalam cakupan kecil ataupun besar.Konflik dalam cakupan kecil misalnya konflik dalam keluarga, sedangkan konflik dalam cakupan besar misalnya konflik antargolongan atau antarkampung.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya konflik adalah sebagai berikut :

·          Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.

·          Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula.

·          Perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok, diantaranya menyangkut bidang ekonomi, politik, dan sosial.

·          Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Konflik memiliki bentuk-bentuk khusus, diantaranya sebagai berikut :

  1. Konflik pribadi
  2. Konflik rasial
  3. Konflik antar kelas social
  4. Konflik politik
  5. Konflik internasional

Konflik kadang-kadang diperlukan dalam suatu kelompok atau organisasi sosial.Adanya pertentangan dalam suatu kelompok atau organisasi sosial merupakan hal biasa. Apabila dari pertentangan tersebut dapat dihasilkan kesepakatan, maka akan terwujud integrasi yang lebih erat dari sebelumnya. Konfiik juga akan membawa akibat positif asalkan masalah yang dipertentangkan dan kalangan yang bertentangan memang konstruktif. Artinya, konflik itu sama-sama dilandasi kepentingan menjadikan masyarakat lebih baik. Contoh: Konflik mengenai kebebasan informasi. Kalangan yang satu menghendaki bebasnya informasi, dengan alasan melatih masyarakat untuk menyaring informasi secara mandiri. Kalangan yang lain manghandaki adanya lembaga sensor karena khawatir adanya informasi yang tidak mendidik. Kedua kalangan sama-sama menginginkan masyarakat yang semakin berkualitas.

Hasil dan akibat suatu konflik adalah sebagui berikut :

·          Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalai konflik dengan kelompok lain.

·          Keretakan hubungun antara anggota kelompok, misalnya akibat konflik antarsuku.

·          Perubahan kepribadian pada individu, misalnya adanya rasa benci dan saling curiga akibat perang.

·          Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia.

·          Dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

BAB VI
PENUTUP

Kesimpulan

  • Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.
  • Syarat-syarat terjadinya interaksi soisial adalah dengan adanya kontak sosial dan komunikasi.
  • Bentuk-bentuk interaksi sosial meliputi proses asosiatif (kerja sama, akomodasi, dan asimilasi) dan disosiatif (persaingan, kontravensi, dan pertentangan).

I.PENDAHULUAN

A.Latar belakang

Masalah sosial yang dikategorikan dalam perilaku menyimpang diantaranya adalah kenakalan remaja. Untuk mengetahui tentang latar belakang kenakalan remaja dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual, individu sebagai  satuan pengamatan sekaligus sumber masalah. Untuk  pendekatan sistem, individu sebagai satuan pengamatan sedangkan sistem sebagai sumber masalah. Berdasarkan  penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa ternyata ada hubungan negative antara kenakalan remaja dengan keberfungsian keluarga. Artinya semakin meningkatnya keberfungsian sosial  sebuah keluarga dalam melaksanakan tugas kehidupan, peranan, dan fungsinya maka akan semakin rendah tingkat kenakalan anak-anaknya atau kualitas kenakalannya semakin rendah. Di samping itu penggunaan waktu luang yang tidak terarah merupakan sebab yang sangat dominan bagi remaja untuk melakukan perilaku menyimpang.

B.Rumusan masalah

-apakah itu kenakalan remaja?

-bagaimana bentuk-bentuk kenakaln remaja yang ada ?

-apa sajakah faktor-faktornya?

-apakah ada kaitannya dengan hubungan keluarga

C.Tujuan

1. Mengidentifkasi dan memberikan gambaran bentuk-bentuk kenakalan yang dilakukan remaja.

2.   Untuk mengetahui hubungan antara kenakalan remaja dengan keberfungsian sosial keluarga

3.  Penelitian ini ingin memberikan sumbangan bagi pemecahan masalah kenakalan   remaja dengan memanfaatkan keluarga sebagai basis dalam pemecahan masalah.

D.    Metode

Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dilakukan ingin mempelajari masalah-masalah dalam suatu masyarakat, juga hubungan antar fenomena, dan membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian yang ada.

E. Landasan teori

  1. Konsep Kenakalan Remaja

Pada dasarnya kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat, sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan disebut “kenakalan”. Dalam Bakolak inpres no: 6 / 1977 buku pedoman 8, dikatakan bahwa kenakalan remaja adalah kelainan tingkah laku / tindakan remaja yang bersifat anti sosial, melanggar norma sosial, agama serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat.

Singgih D. Gumarso (1988 : 19), mengatakan dari segi hukum kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum ; (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga tingkatan ; (1) kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit (2) kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin (3) kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dll. Kategori di atas yang dijadikan ukuran kenakalan remaja dalam penelitian.

Tentang normal tidaknya perilaku kenakalan atau perilaku menyimpang, pernah dijelaskan dalam pemikiran Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto, 1985 : 73). Bahwa perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial  yang normal dalam bukunya “ Rules of Sociological Method” dalam batas-batas tertentu kenakalan adalah normal karena tidak mungkin menghapusnya secara tuntas, dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat, perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal/jahat yaitu perilaku yang disengaja meninggalkan keresahan pada masyarakat.

  1. Keberfungsian sosial

Istilah keberfungsian sosial mengacu pada cara-cara yang dipakai oleh individu akan kolektivitas seperti keluarga dalam bertingkah laku agar dapat melaksanakan tugas-tugas kehidupannya serta dapat memenuhi kebutuhannya. Juga dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dianggap penting dan pokok bagi penampilan beberapa peranan sosial tertentu yang harus dilaksanakan oleh setiap individu sebagai konsekuensi dari keanggotaannya dalam masyarakat. Penampilan dianggap efektif diantarannya jika suatu keluarga mampu melaksanakan tugas-tugasnya, menurut (Achlis, 1992) keberfungsian sosial adalah kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas dan peranannya selama berinteraksi dalam situasi social tertentu berupa adanya rintangan dan hambatan dalam mewujudkan nilai dirinnya mencapai kebutuhan hidupnya.

Keberfungsian sosial kelurga mengandung pengertian pertukaran dan kesinambungan, serta adaptasi resprokal antara keluarga dengan anggotannya, dengan lingkungannya, dan dengan tetangganya dll. Kemampuan berfungsi social secara positif dan adaptif bagi sebuah keluarga salah satunnya jika berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan, peranan dan fungsinya terutama dalam sosialisasi terhadap anggota keluarganya.

 

II.PEMBAHASAN

A.     Bentuk Kenakalan Yang Dilakukan Remaja

Berdasarkan data yang ada tentang kenakalan remaja sebagai salah satu perilaku menyimpang hubungannya dengan keberfungsian sosial keluarga, yang diukur menggunakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui kenakalan seperti  yaitu (1) kenakalan biasa  (2) Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan dan (3) Kenakalan Khusus.

Bentuk Kenakalan Remaja Yang biasa Dilakukan diantaranya:

Bentuk Kenakalan
1.      Berbohong2.      Pergi keluar rumah tanpa pamit3.      Keluyuran

4.      Begadang

5.      membolos sekolah

6.      Berkelahi dengan teman

7.      Berkelahi antar sekolah

8.      Buang sampah sembarangan

9.      membaca buku porno

10. melihat gambar porno

11. menonton film porno

12. Mengendarai kendaraan bermotor tanpa SIM

13. Kebut-kebutan/mengebut

14. Minum-minuman keras

15. Kumpul kebo

16. Hubungan sex diluar nikah

17. Mencuri

18. Mencopet

19. Menodong

20. Menggugurkan Kandungan

21. Memperkosa

22. Berjudi

23. Menyalahgunakan narkotika

24. Membunuh

 

Kebanyakan remaja  pernah melakukan kenakalan, terutama pada tingkat kenakalan biasa seperti berbohong, pergi ke luar rumah tanpa pamit pada orang tuanya, keluyuran, berkelahi dengan teman, membuang sampah sembarangan dan jenis kenakalan biasa lainnya. Pada tingkat kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai kendaraan tanpa SIM, kebut-kebutan, mencuri,minum-minuman keras, juga cukup banyak dilakukan oleh remaja. Bahkan pada kenakalan khususpun banyak dilakukan oleh remaja seperti hubungan seks di luar nikah, menyalahgunakan narkotika, kasus pembunuhan, pemerkosaan, serta menggugurkan kandungan walaupun kecil persentasenya. Terdapat cukup banyak dari mereka yang kumpul kebo. Keadaan yang demikian cukup memprihatinkan. Kalau hal ini tidak segera ditanggulangi akan membahayakan baik bagi pelaku, keluarga, maupun masyarakat. Karena dapat menimbulkan masalah sosial di kemudian hari yang semakin kompleks.

B. Hubungan antara kenakalan remaja dg berbagai faktor

1. Hubungan antara jenis kelamin dgn tingkat kenakalan

apakah anak laki-laki lebih nakal dari anak perempuan atau probalitasnya sama? Berdasarkan penelitian,anak laki-laki kecenderungannya akan melakukan kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan lebih besar dibandingkan dengan anak perempuan.

2. Hubungan antara pekerjaan remaja dengan tingkat kenakalan yang dilakukan

Berdasarkan data yang ada, disimpulkan bahwa kecenderungan untuk melakukan kenakalan khusus ataupun jenis kenakalan lainnya adalah mereka yang tidak sibuk, atau banyak waktu luang yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan positif.

3.  Hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat kenakalan yang dilakukan

Seharusnya semakin tinggi tingkat pendidikan akan semakin rendah  melakukan kenakalan. Sebab dengan pendidikan yang semakin tinggi, nalarnya semakin baik. Artinya mereka tahu aturan-aturan ataupun norma sosial mana yang seharusnya tidak boleh dilanggar. Atau mereka tahu rambu-rambu mana yang harus dihindari dan mana yang harus dikerjakan. Tetapi dalam kenyataannya tidak demikian. Dengan demikian maka tidak ada hubungan antara tingkatan pendidikan dengan  kenakalan yang dilakukan, artinya semakin tinggi pendidikannya tidak bisa dijamin untuk tidak melakukan kenakalan. Artinya kenakalan remaja yang dilakukan bukan karena rendahnya tingkat pendidikan mereka, karena disemua tingkat pendidikan dari SD sampai dengan SLTA  proporsi untuk melakukan kenakalan sama kesempatannya. Dengan demikian faktor yang kuat adalah seperti yang disebutkan di atas, yaitu adanya waktu luang yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan positif, dan adanya pengaruh buruk dalam sosialisasi dengan teman bermainnya atau faktor lingkungan sosial yang besar pengaruhnya.

C. Hubungan Antara Kenakalan Remaja Dengan Keberfungsian Sosial Keluarga

keberfungsian sosial keluarga, diantaranya   adalah kemampuan berfungsi sosial secara positif dan adaptif bagi keluarga  yaitu jika berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan, peranan, dan fungsinya serta mampu memenuhi kebutuhannya.

  1. Hubungan antara pekerjaan orang tuanya dengan tingkat kenakalan remaja

pekerjaan orang tua berhubungan dengan tingkat kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya. Keadan yang demikian karena mungkin bagi pegawai negeri lebih memperhatikan anaknya untuk mencapai masa depan yang lebih baik, ataupun kedisiplinan yang diterapkan serta nilai-nilai yang disosisalisasikan lebih efektif. Sedang bagi mereka yang bukan pegawai negeri  hanya sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, sehingga kurang ada perhatian pada sosialisasai penanaman nilai dan norma-norma sosial kepada anak-anaknya. Akibat dari semua itu maka anak-anaknya lebih tersosisalisasi oleh kelompoknya yang kurang mengarahkan pada kehidupan yang normative.

2.      Hubungan antara keutuhan keluarga dengan tingkat kenakalan

Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan remaja. Artinya banyak terdapat anak-anak remaja yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh, baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga. Berdasarkan data korelasi ternyata struktur keluarga ketidak utuhan struktur keluarga bukan jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan, terutama kenakalan khusus.  ketidak berfungsian keluarga untuk menciptakan keserasian dalaam interaksi mempunyai kecenderungan anak remajanya melakukan kenakalan. Artinya semakin tidak serasi hubungan atau interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin berat, yaitu pada kenakalan khusus.

3.      Hubungan antara kehidupan beragama keluarganya dengan tingkat kenakalan

Kehidupan beragama kelurga juga dijadikan salah satu ukuran untuk melihat keberfungsian sosial keluarga. Sebab dalam konsep keberfungsian juga dilihat dari segi rokhani. Sebab keluarga yang menjalankan kewajiban agama secara baik, berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik, maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma agama. Dengan demikian ketaatan dan tidaknya beragama bagi  keluarga sangat berhubungan dengan kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya. Hal ini berarti bahwa bagi keluarga yang taat menjalankan kewajiban agamanya kecil kemungkinan anaknya melakukan kenakalan, baik kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan maupun kenakalan khusus, demikian juga sebaliknya.

4.      Hubungan antara sikap orang tua dalam pendidikan anaknya dengan tingkat kenakalan

Salah satu sebab kenakalan adalah sikap orang tua dalam mendidik anaknya.berdasarkan kenyataan ternyata peranan keluarga dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak.

5.      Hubungan antara interaksi keluarga dengan lingkungannya dengan tingkat kenakalan

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, oleh karena itu mau tidak mau harus berhubungan dengan lengkungan sosialnya. Adapun yang diharapkan dari hubungan tersebut adalah serasi, karena keserasian akan menciptakan kenyamanan dan ketenteraman. Apabila hal itu dapat diciptakan, hal itu meruapakan proses sosialisasi yang baik bagi anak-anaknya. Dari data yang ada terlihat bagi keluarga yang kurang dan tidak serasi hubungannya dengan tetangga atau lingkungan sosialnya mempunyai kecenderungan anaknya melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat yaitu kenakalan khusus.

D. Analisis Hubungan Antara Keberfungsian Sosial Keluarga dengan Kenakalan

1. Remaja

Ada hubungan negative antara keberfungsian keluarga dengan kenakalan remaja yang dilakukan. Artinya semakin tinggi tingkat berfungsi sosial keluarga, akan semakin rendah tingkat kenakalan remajanya, demikian sebaliknya semakin rendah keberfungsian sosial keluarga maka akan semakin  tinggi tingkat kenakalan remajanya.

Dari uraian di atas bisa dilihat bahwa secara jenis kelamin terlihat remja pria lebih cenderung melakukan kenakalan pada tinglat khusus, walaupun demilikan juga remaja perempuan yang melakukan kenakalan khusus. Dari sudut pekerjaan atau kegiatan sehari-hari remaja ternyata yang menganggur mempunyai kecenderungan tinggi melakukan kenakalan khusus demikian juga mereka yang  berdagang dan menjadi buruh juga tinggi kecenderungannya untuk melakukan kenakalan khusus. Pemenuhan kebutuhan keluarga juga berpengaruh pada tingkat kenakalan remajanya, artinya bagi keluarga yang tiap hari hanya berpikir untuk memenuhi kebutuhan keluarganya seperti yang orang tuanya bekerja sebagai buruh, tukang, supir dan sejenisnya ternyata anaknya kebanyakan melakukan kenakalan khusus. Demilian juga bagi keluarga yang interaksi sosialnya kurang dan tidak serasi anak-anaknya melakukan kenakalan khusus. Kehidupan beragama keluarga juga berpengaruh kepada tingkat kenakalan remajanya, artinya dari keluarga yang taat menjalankan agama anak-anaknya hanya melakukan kenakalan biasa, tetapi bagi keluarga yang kurang dan tidak taat menjalankan ibadahnya anak-anak mereka pada umumnya melakukan kenakalan khusus.Hal lain yang dapat dilihat bahwa sikap orang orang tua dalam sosialisasi terhadap anaknya juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kenakalan yang dilakukan, dari data yang diperoleh bagi keluarga yang kurang dan masa bodoh dalam pendidikan (baca sosialisasi) terhadap anaknya maka umumnya anak mereka melakukan kenakalan khusus. Dan akhirnya keserasian hubungan antara keluarga dengan lingkungan sosialnya juga berpengaruh pada kenakalan anak-anak mereka. Mereka yang hubungan sosialnya dengan lingkungan serasi anak-anaknya walaupun melakukan kenakalan tetapi pada tingkat kenakalan biasa, tetapi mereka yang kurang dan tidak serasi hubungan sosialnya dengan lingkungan anak-anaknya melakukan kenakalan khusus.

Sesungguhnya politik itu memiliki beberapa konsep pokok. Beberapa konsep pokok politik tersebut adalah : Kelembagaan/Negara,Kekuasaan,Kebijakan dan Pengambilan Keputusan,Penyaluran dan Penempatan,Sistem Politik,Struktur Politik,Budaya Politik,Stratifikasi Politik,Pembangunan Politik,dst.

 

1.      Kelembagaan/Negara

Negara,menurut Mirriam Budiarjo,Negara merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Sebagai sebuah organisasi masyarakat, negara memiliki kewenangan untuk mengatur dan menyelenggarakan hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala-gejala yang timbul dalam masyarakat.

Negara menetapkan cara-cara dan batas-batas sampai dimana kekuasaan dapat digunakan dalam kehidupan bersama,baik oleh individu,golongan atau asosiasi,maupun oleh negara sendiri.dengan demikian negara dapat mengintegrasikan dan membimbing kegiatan-kegiatan sosial dari penduduknya kearah tujuan bersama.dalam rangka ini boleh dikatakan bahwa negara mempunyai dua tugas :

  1. Mengendalikan dan Mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial,yakni yang bertentangan satu sama lain,supaya tidak menjadi antagonis yang membahayakan.
  2. Mengorganisir dan Mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kearah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya.Negara menetukan bagaimana kegiatan-kegiatan Asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan Nasional.

Negara sebagai organisasi pokok dari kekuasaan politik yang bertugas untuk menetapkan dan mencapai tujuan bersama,  memberikan pengertian bahwa negara dibentuk oleh beberapa unsur. Unsur‑unsur negara dapat diperinci,  sebagai berikut :

  1. Penduduk, yaitu semua orang yang berdomisili di suatu wilayah dan menyatakan diri ingin bersatu. Faktor penduduk yang perlu diperhatikan antara lain jumlah, karakteristik homogenitas dan masalah nasionalisme.
  2. Wilayah, yaitu batas teritorial dari kekuasaan negara atas daratan, lautan dan udara di atasnya. Batas wilayah ini sering dijadikan ukuran dari besar kecilnya suatu negara dan kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan.
  3. Pemerintah, merupakan organisasi utama yang bertindak menyelenggarakan kekuasaan negara fungsi‑fungsi, dan kebijakan mencapai tujuan negara. Kekuasaan pemerintah pada mumnya dibagi menjadi kekuasaan legislatif, kekuasaan eksekutif, dan kekuasaan yudikatif.
  4. Kedaulatan, merupakan kekuasaan tertinggi untak membuat undang­-undang dan melaksanakan dengan semua cara yang tersedia, termasuk dengan paksaan (internal sovereignty). Di samping itu kedaulatan juga diartikan kewajiban mempertahankan kemerdekaan atas serangan dari negara lain atau kemerdekaan dari dominasi negara lain secara otonom dan independen (external sovereignty).

Miriam Budiardjo (1992:40) dalam hal ini menjelaskan ada 3 sifat negara, Yaitu :

  1. Sifat memaksa. Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan berbagai paksaan atau kekerasan secara legal.
  2. Sifat monopoli. Negara adalah satu-satunya organisasi kekuasaan yang memiliki monopoli dalam mengatur kehidupan kenegaraan, termasuk menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.
  3. Sifat mencakup semua (all encompassing, all embracing). Dalam kehidupan kenegaraan semua peraturan dan kebijakan negara berlaku untuk semua warga negaranya.
    Khusus untuk konteks Indonesia, maka negara diposisikan sebagai alat untuk mewujudkan, menjalankan kebajikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang menyatakan bahwa negara melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta memelihara perdamaian dunia.

Tujuan negara Indonesia sebagai tercantum dalam Pembukaan Undang‑Undang Dasar 1945 ” Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial” dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusian yang Adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Tujuan suatu negara sangat tergantung dari ideologi yang dianut yang kemudian diterjemahkan ke dalam fungsi‑fungsi negara. Namun terlepas dari ideologinya,  maka negara harus menjalankan fungsi‑fungsi sebagai berikut :

  1. Fungsi  pengaturan dan ketertiban (law and order), yaitu negara harus bertindak sebagai stabilisator mencegah bentrokan‑ bentrokan kepentingan dalam masyarakat.
  2. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran.
  3. Fungsi pertahanan dan keamanan, terutama untuk menjaga kedaulatan dan memberikan ketenangan masyarakat.
  4. Fungsi keadilan yang dilaksanakan melalui badan peradilan.

Dalam melaksanakan fungsi‑fungsi negara sangat tergantung pada partisipasi politik warga negara dan mobilisasi sumber daya kekuatan negara. Namun demikian secara rinci faktor‑faktor yang mendukung terlaksananya fungsi‑fungsi negara adalah sebagai berikut :

  1. Sumber daya manusia, yaitu jumlah penduduk tingkat pendidikan, nilai budaya, dan kondisi kesehatan masyarakat.
  2. Teritorial negara, yang mencakup luas wilayah negara (darat, laut dan udara), letak geografis, dan situasi negara tetangga.
  3. Sumber daya alam, yaitu kondisi alam material bumi, berupa kandungan mineral, kesuburan tanah, kekayaan laut dan hutan.
  4. Kapasitas pertanian dan industri, tingkat budaya, usaha warga negara dalam, bidang pertanian, industri dan perdagangan, dan perkembangan tehnologi.
  5. Kekuatan militer dan mobilitasnya, yaitu kapasitas kekuatan yang mampu diterapkan untuk mewujudkan kekuasaan dalam mencapai tujuan negara.

Elemen kekuatan yang tidak nyata, yaitu segala faktor yang mendukung tegaknya kedaulatan negara, berupa kepribadian dan kepemimpinan, efisiensi birokrasi, persatuan bangsa, dukungan internasional, reputasi bangsa, dsb.

 

2.      Kekuasaan

Menurut Prof.Miriam Budiardjo,Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkat lakunya seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah lakunya itu sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu sendiri. Sumber-sumber kekuasaan itu sendiri, sangat beranekaragam. Bertrand Russel (1988) diantaranya menyebutkan bahwa kekuasaan itu bersumber dari sumber ilahiah (Tuhan), ekonomi, pemikiran, dan nilai budaya. bahkan, untuk jaman modern ini, teknologi dan kekuatan militer pun menjadi salah satu sumber kekuasaan yang bisa membantu manusia untuk menguasai orang atau kelompok lain. Dengan variasi sumber kekuasaan ini, melahirkan adanya sejumlah teori tentang kekuasaan dalam ilmu politik.

Bailusy menyebutkan ada empat teori besar mengenai teori kekuasaan, yaitu :

  1. teori kekuasaan Tuhan

Kekuasaan yang bersumber pada Tuhan, memposisikan sumber-sumber normatif keagamaan sebagai Acuan Utama. Manusia atau penguasa, posisinya hanya pelaku atas semua perintah yang di suratkan (disiratkan) oleh sumber otoritatif keagamaan. Misalnya saja, Islam menyandarkan aturan hidup berbangsa dan bernegaranya pada Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam lingkungan agama Kristen, Agustinus dikenal sebagai pemikiran teokrasi yang menggagas teori kekuasaan Tuhan dalam konteks politik.

  1. teori kekuasaan Hukum

Kekuasaan berdasarkan hukum, artinya bahwa setiap penguasa,a parat pelaksaan kekuasaan, masyarakat wajin tunduk dan taat pada hukum negara. dalam teori ini, diharapkan setiap warga negara memiliki kesadaran hukum atau kemelekkan hukum yang tinggi, sehingga negara dapat berjalan dengan baik.Ada tiga prinsip dasar dalam negara hukum, yaitu:

  1. Hukum yang tertinggi (supremacy of  law)
  2. Persamaan di depan hokum (equality of  before law)
  3. Perlindungan terhadap hak asasi manusia (protection of human right)
  4. teori kekuasaan Negara

Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, bahwa negara memiliki kemampuan memaksa, memonopoli dan menguasai semua hal. Kewenangan yang sangat luas ini, sudah merupakan indikasi utama bahwa negara memiliki kekuasaan.

  1. teori kekuasaan Rakyat

Kritik pemikiran terhadap kekuasaan negara, memunculkan adanya teori kekuasaan rakyat. Artinya, kekuasaan negara yang ada dan dimilikinya saat itu, pada dasarnya bukan sebuah identitas natural dari negara itu sendiri. kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki negara pada saat itu adalah kekuasaan yang bermula dari kontrak sosial individu atau masyarakat. Dengan kata lain, pemiliki kekuasaan itu sendiri adalah rakyat, bukan negara.

Teori-teori kekuasaan tersebut, secara akademik dapat ditemukakan sejumlah kelemahan dan keunggulannya masing-masing. Namun demikian, dalam konteks wacana modul ini, hanya ingin ditegaskan bahwa kajian mengenai politik, maka konsep kekuasaan itu memiliki variasi makna, variasi rujukan dan juga variasi implikasi. Oleh karena itu, membutuhkan adanya kajian yang intensif dan menyeluruh, sehingga setiap pengkaji memahami lebih mendalam mengenai konsep kekuasaan ini dengan baik.

 

3.      Kebijakan dan Pengambilan Keputusan

Kajian ilmu politik yang menjadikan kebijakan sebagai bidang kajiannya berasumsi bahwa setiap orang, masyarakat ataupun negara mempunyai tujuan bersama dan untuk melaksanakan tujuan tersebut dibutuhkan suatu aturan yang mengikat. Aturan tersebut dibuat dalam bentuk kebijakan-kebijakan.

Beberapa contoh yang termasuk dalam kebijakan negara, antara lain memelihara ketertiban umum, memajukan perkembangan masyarakat dalam berbagai hal, mengorganisir berbagai aktivitas dan menyelenggarakan kesejahtraan rakyat.

Untuk lebih memahaminya di bawah ini disajikan beberapa pernyataan para ahli ilmu politik yang menjadikan kebijakan sebagai kajian ilmu politik, seperti dikutip A. Hoogerwerf dalam bukunya Politikologi antara lain:

  •  Kehidupan politik menurut pendirian yang lazim, meliputi semua aktifitas yang berpengaruh terhadap kebijakan yang diterima baik bagi suatu masyarakat dan terhadap cara pelaksanaan kebijakn tersebut. (David Easton)
  • Politik adalah aspek dari semua perbuatan yang berkenaan dengan usaha kolektif bagi tujuan-tujuan kolektif. (Talcott Parson 1966:71-72)
  •  Yang diartikan dengan proses politik adalah sustu proses pembentukan kebijakan, pelaksanaan kebijakan atau pembentukan kekuasaan dalam suatu sistem politik baik yang terorganisir maupun tidak. (G. Kuypers 1973:164)

Pengambilan keputusan adalah suatu proses menentukan pilihan berdasarkan alternatif-alternatif yang disusun. Kajian ilmu politik yang menempatkan pengambilan keputusan sebagai obyek studinya berpendapat bahwa pengambilan keputusan merupakan pusat dari proses politik, hal ini terutama didasarkan suatu kenyataan bahwa suatu kebijakan adalah sebagai pengejawantahan kekuasan merupakan hasil dari pengambilan keputusan.
Adapun proses pengambilan keputusan itu sendiri dilakukan melalui beberapa tahapan-tahapan,seperti :

  1. Mengetahui atau mempelajari persoalan-persoalan yang perlu diambil keputusannya.
  2. Merumuskan persoalan/masalah dengan jelas.
  3. Membuat daftar tujuan yang mungkin dicapai berdasarkan urutan kebutuhan-kebutuhan yang lebih penting.
  4. Mengetahui semua sarana yang mungkin dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang disusun serta merencanakan biaya yang dibutuhkan untuk tiap alternatif yang diharapkan akan dapat mencapai tujuan.
  5. Membuat seleksi tentang tujuan mana yang akan dicapai dengan biaya seminimal mungkin dan hasil yang semaksimal mungkin.

 

4.      Penyaluran (Distribution) dan Penempatan (Allocation)

Ada dua asumsi dasar yang menghantarkan pentingnya konsep distribusi dan alokasi sebagai bagian dari konsep ilmu politik.

Pertama terkait dengan kewajiban pemerintah. Misalnya salam ekonomi, pemerintah memiliki kewajiban untuk distribusi bahan bakar, distribusi hasil pertanian, alokasi dana pembangunan dan sebagainya. Dalam bidang poltik, ada distribusi kekuasaan antara rakyat, dan pejabat publik. Dalam birokrasi dan administrasi ada kewajiban untuk menjelaskan distribusi kekuasaan antar lembaga politik yang ada dalam struktur pemerintahan.

Sisi kedua terkait dengan hakikat politik dan negara itu sendiri. sebagai sebuah organisasi sosial yang terdiri dari berbagai kepentingan, maka masalah distribusi kekuasaaan dan alokasi menjadi hal yang sangat penting. Bukan hanya dalam sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi kekuasaan politik itu sendiri.

Sarjana ilmu politik yang menekankan penyaluran dan penempatan sebagai kajian politik menganggap bahwa politik adalah penyaluran dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat. Masalah-masalah penyaluran dan pengalokasian berhubungan dengan kekuasaan dan kebijakan pemerintah.

 

5.      Sistem Politik

Sistem politik dapat diartikan sebagai suatu mekanisme dari seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur-struktur politik dalam hubunganya satu dengan lainnya yang menunjukkan suatu proses yang ajeg. Proses dimaksudkan mengandung segi‑segi waktu (masa lampau, masa kini, masa mendatang). Sedangkan struktur adalah aktivitas­-aktivitas yang dapat diidentifikasikan yang menentukan suatu sistem.

Dalam pengertian yang lebih umum sistem politik merupakan semua proses dan tindakan yang berkaitan dengan pembuatan keputusan yang mengikat masyarakat. Oleh karena itu suatu sistem politik mempunyai ciri‑ciri sebagai berikut :

  1. Ciri‑ciri identifikasi, yaitu dasar‑dasar yang berwujud tindakan‑tindakan politik yang membentuk peranan politik.
  2. Input dan Output. Input merupakan bahan mentah atau informasi yang akan diproses dalam suatu sistem untuk menghasilkan output. Output dalam sistem politik adalah suatu keputusan politik yang sah.
  3. Diferensial dalam suatu sistem. Lingkungan mempunyai peran dalam memberikan energi untuk mengaktifkan suatu sistem serta memberikan informasi tentang penggunaan energi.
  4. Integrasi dalam suatu sistem. Adanya diferensiasi mengatur kekuatan sistem selalu berubah dan dapat merusak integrasi. Oleh karena itu suatu sistem haras memiliki mekanisme yang bisa mengintegrasikan atau memaksa anggotanya untuk bekerja sama.

Sistem politik merupakan suatu organisasi dimana masyarakat dapat merumuskan dan berusaha mencapai tujuan‑tujuan bersama. Oleh karena itu dalam menjalankan kegiatannya, sistem politik mempunyai lembaga‑lembaga seperti parlemen, birokrasi, badan peradilan, dan partai politik yang menjalankan fungsi tertentu, sehingga sistem tersebut dapat merumuskan dan melaksanakan kebijakan.

Secara umum sistem politik di dunia dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:

1.      Sistem Demokrasi

Sistem Demokrasi mempunyai ciri, yaitu : pemerintahan sipil dimana setiap warga negara berhak untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik dan setiap keputusan politik harus dijustifikasikan secara publik. Adanya lembaga-lembaga perwakilan, sebagai wadah mengekpresikan aspirasi rakyat. Kebebasan politik, artinya negara menjamin kebebasan warga negara untuk berkumpul, berserikat dan menyampaikan pendapat.

2.      SistemTotaliterisme

Sistem Totalitersme adalah suatu sistem politik dimana negara melalui partai secara total mendominasi kehidupan individual,  yang mencakup aspek ekonomi, pendidikan, agama, bahkan dalam kehidupan keluarga.

Ciri sistem Totaliterisme antara  lain : adanya Ideologi yang terperinci sebagai ajaran resmi, bagaimana masyarakat menjalankan kehidupan,adanya satu partai tunggal yang berfungsi menjalankan pemerintahan dan mengontrol kehidupan masyarakat,adanya sistem teror yang dijalankan oleh partai atau polisi rahasia. Kontrol pemerintah yang ketat terhadap sarana infomasi dan komunikasi,dan adanya kontrol melalui militer. Negara mengontrol seluruh kehidupan ekonomi.

Berdasarkan pendapat dari Edward Shils Almond dan Coleman J.W. Schoorl, tipe sistem politik di negara‑negara berkembang pada dasarnya terbagai menjadi lima tipe, yaitu :

  1. Demokrasi politik yaitu suatu sistem politik di mana kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif berfungsi dan memiliki kedudukan yang otonom. Kekuasaan legislatif dipilih secara periodik dalam pemilu yang bebas. Badan tersebut berfungsi mengontrol eksekutif.
  2. Demokrasi Terpimpin, yaitu suatu sistem politik yang mempunyai struktur formal sama dengan demokrasi politik, namun dalam prakteknya kekuasaan lebih terkonsentrasi pada eksekutif.
  3. Oligarki Pembangunan. Sistem ini digunakan karena perlunya melakukan modernisasi secara cepat tanpa menghilangkan pelaksanaan demokrasi. Oleh karena itu konsentrasi kekuasaan di tangan pemerintah merupakan syarat pembangunan dan persatuan. Sedangkan pengawasan berada di tangan militer atau rezim sipil yang didukung sejumlah elite. Parlemen tidak punya kekuasaan dan hanya sebagai persetujuan serta pemberi nasehat rencana peraturan.
  4. Oligarki totaliter. Sistem politik ini memusatkan kekuasaan pada sekelompok elite politik tertentu untuk mendominasi semua aspek kehidupan masyarakat. Sistem pemerintahan dijalankan berdasarkan ideologi yang dianut secara konsisten, yang sekaligus sebagai perekat persatuan dan perisai untuk menangkis gangguan dari luar. Partai merupakan lembaga penting sebagai sarana indoktrinasi dan mobilisasi penduduk.
  5. Oligarki tradisional, yaitu sistem politik dimana kekuasaan terpusat pada raja dan kelompok yang berkuasa berdasarkan tradisi. Parlemen mempunyai kekuasaan lemah. Jabatan‑jabatan dalam birokrasi didasarkan pertimbangan pribadi.

6.  Struktur Politik

Dalam pengertian umum struktur politik dapat diartikan sebagai pelembagaan hubungan organisasi antara elemen‑elemen yang membentuk suatu sistem politik. Struktur politik berkaitan dengan alokasi nilai-nilai yang bersifat otoritatif dipengaruhi oleh distribusi serta penggunaan kekuasaan. Kekuasaan itu sendiri harus diartikan sebagai kapasitas, kapabilitas, kemampuan untuk mempengaruhi, meyakinkan, mengendalikan, menguasai dan memerintah orang lain.Kapasitas dalam hal ini berhubungan erat dengan wewenang,hak dan kekuatan fisik.

Struktur politik pada kenyataannya terdiri dari :

  1. unsur‑unsur yang bersifat informal,yaitu unsur di luar lembaga pemerintahan yang dapat mempengaruhi, menyalurkan, menterjemahkan, dan mengkonversikan tuntutan dan dukungan untuk dirumuskan kedalam keputusan politik. Kelompok ini terdiri dari; a) partai politik, yaitu kelompok masyarakat dengan keanggotaan terbuka yang memfokuskan kegiatannya pada seluruh spektrum negara atau politik, b) kelompok kepentingan, yaitu kelompok atau organisasi yang berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah untuk mempromosikan dan mempertahankan kepentingan tertentu dan c) elite politik, yaitu sejumlah tokoh politik yang mempunyai peran dalam semua fungsi politik dan mempunyai akses langsung terhadap kekuasaan. Alat komunikasi masa sebagai pembentuk opini publik.
  2. Unsur-unsur yang bersifat formal, yaitu unsur yang berada di dalam pemerintahan yang sah untuk mengidentifikasikan masalah‑masalah, menentukan dan menjalankan keputusan‑keputusan yang mengikat masyarakat untuk mencapai kepentingan umum.  Kelompok ini terdiri dari: Badan legislatif, Badan eksekutif, Badan yudikatif dan Birokrasi.

Struktur politik pada dasarnya menjalankan tiga fungsi politik pokok yaitu :

  •  Sosialisasi politik

Sosialisasi politik adalah proses dimana seorang individu dapat mengenali sistem politik yang kemudian dapat menentukan sikap dan persepsi‑persepsinya mengenai politik dan reaksinya terhadap gejala politik. Sosialisasi politik merupakan mata rantal penting antara sistem sosial dengan sistem politik.

  • Rekrutmen politik

Rekrutmen politik merupakan proses dimana individu menjamin dan mendaftarkan diri untuk menduduki jabatan politik. Proses rekrutmen dapat bersifat formal dan informal.

  • Komunikasi politik.

Komunikasi politik dapat diartikan sebagai proses dimana informasi politik yang relevan dapat diteruskan dari satu bagian sistem politik kepada bagian lain, dan dintara sistem sosial dengan sistem politik. Komunikasi politik merupakan sarana tukar menukar infomasi antara anggota masyarakat dengan penguasa.

7.   Budaya Politik

Budaya politik merupakan aspek penting dan berpengaruh terhadap sistem politik. Budaya politik berkembang dan merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat. Kegiatan politik meliputi masalah legitimasi, pengaturan kekuasaan, proses pembuatan kebijakan pemerintah, kegiatan partai‑partai politik perilaku aparat negara, dan gejolak masyarakat terhadap kekuasaan. Dengan demikian budaya politik secara langsung mempengaruhi kehidupan nasional.

Budaya pada dasarnya merupakan perkembangan pemikiran dan akal budi manusia yang menghasilkan tata nilai.

Berdasarkan beberapa konsep, budaya politik dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

  1. Budaya politik merupakan aspek politik dari nilai‑nilai yang terdiri atas pengetahuan, adat istiadat, tahayul atau mitos, yang dikenal dan diakui oleh sebagian besar masyarakat.
  2. Budaya politik dapat dilihat dari aspek doktrin yang menekankan pada materi, seperti sosialisme, demokrasi, atau nasionalisme dan dari aspek generik atau menekankan pada analisis bentuk, ciri‑ciri, dan peranan, seperti militan, terbuka, tertutup.
  3. Hakikat dan ciri budaya politik menyangkut masalah nilai-nilai, yaitu prinsip dasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan suatu tujuan yang ingin dicapai.
  4. Bentuk budaya politik menyangkut sikap dan norma, yaitu sikap terbuka dan tertutup, dan tingkat militan seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat, pola kepemimpinan (konformitas atau mendorong inisiatif kebebasan, sikap terhadap mobilitas, (mempertahankan status quo atau mendorong mobilitas), prioritas kebijakan (menekankan ekonomi atau politik).

Dengan mengukur sikap politik,dapat dibedakan tiga bentuk budaya politik sebagai berikut :

  1. Budaya Politik Partisipan, yaitu budaya politik dimana warga negara mempunyai kesadaran tinggi dan membedakan perhatian terhadap sistem politik Warga negara memiliki keyakinan, bahwa mereka dapat mempengaruhi pengambilan kebijakan publik dan mereka memiliki protes, bila terdapat praktek pemerintahan yang tidak fair. Budaya politik ini pada umumnya terdapat pada masyarakat demokratik industrial yang dapat mendorong munculnya kompetisi partai politik.
  2. Budaya Politik Subyek, yaitu budaya politik dimana warga negara memiliki pemahaman dan perhatian terhadap sistem politik, namun memiliki keterlibatan secara pasif. Dalam budaya ini sulit untuk mengharapkan partisipasi politik warga negara dan tidak banyak menumbukan kontrol terhadap berjalannya, sistem politik. Budaya ini terdapat pada sistem otoriter, dimana walaupun ada partisipan politik namun sebagian besar rakyat hanya menjadi subyek yang pasif.
  3. Budaya Politik Parokial, yaitu merupakan bentuk budaya politik yang paling rendah, dimana masyarakat tidak memiliki minat maupun kemampuan untuk berpartisipasi dalam politik. Dalam budaya ini ada kesulitan untuk membangun demokrasi, karena kompetensi dan keberdayaan politik yang tidak muncul. Budaya politik ini terdapat pada sistem demokratis pra‑industri.

 

8.  Stratifikasi Politik

Stratifikasi politik muncul karena ketidaksamaan kekuasaan yang dipunyai manusia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

  • minat pada politik
  • pengetahuan dan pengalaman politik
  • kecakapan dan sumberdaya politik
  • partisipasi politik
  • kedudukan politik dan kekuasaan politik.

Sebenarnya dalam sistem politik terdapat stratifikasi politik yang oleh Robert D. Putnam disusun dalam enam strata, yaitu:

  1. Kelompok pembuat keputusan, yaitu orang-orang yang secara langsung terlibat dalam pembuatan kebijakan nasional
  2. Kaum berpengaruh, yaitu individu-individu yang memiliki pengaruh tidak langsung atau implikasi yang kuat, biasa dimintakan nasehatnya, pendapatnya yang diperhitungkan oleh pembuat kebijakan.
  3. Aktivis,yaitu warganegara yang mengambil bagian aktif dalam kehidupan politik  dan pemerintahan, meliputi anggota partai politik, birokrat tingkat menengah, editor surat kabar dan para penulis.
  4. Publik peminat politik, yaitu orang-orang yang menganggap politik sebagai tontonan yang menarik. Biasanya terdiri dari orang-orang yang attentive public, yang memiliki banyak informasi, membentuk pendapatnya sendiri, memiliki wawasan luas dan  dapat mendiskusikannya dengan baik jalan permainan, walaupun jarang langsung terjun dalam praktik.
  5. Kaum pemilih, adalah warga negara yang biasa dan hanya dapat mempengaruhi kehidupan politik nasional saat diselenggarakan pemilu.
  6. Nonpartisipan, yaitu orang-orang yang hanya menjadi objek politik, bukannya aktor. Secara politik tidak punya kekuatan sama sekali, dan biasanya menghindari kehidupan politik atau menjadi terasing dari kehidupan politik.

 

9.  Pembangunan Politik

Pembangunan Politik berkaitan dengan semakin meningkatnya partisipasi politik rakyat, oleh karena itu Samuel P. Huntington mengemukakan lima model pembangunan politik, yaitu :

  1. Model Liberal, yaitu pembangunan dan modernisasi yang diasumsikan dapat meningkatkan kekayaan masyarakat.
  2. Model Pembangunan Bourgeois, adalah pembangunan politik yang memperhitungkan kepentingan politik bagi munculnya kelas menengah baru yang menjadi pusat kekuatan bagi tumbuhnya ekonomi.
  3. Model Pembangunan Autokratik, mernpakan model pembangunan politik dimana pemerintah menggunakan kekuatan negara untuk menekan partisipasi kelas menengah dan mengamankan dukungan kelas bawah.
  4. Model Teknokratik, merupakan pembangunan politik yang bercirikan tingkat partisipasi politik yang rendah, tetapi tingkat investasi asing tinggi, dimana tingkat partisipasi ditekan agar pertumbuhan ekonomi tinggi.
  5. Model Populis, model ini menekankan pada partisipasi politik yang tinggi dan adanya pemerataan ekonomi, walaupun bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah.

Daftar partai politik (parpol) di Indonesia, disusun berdasarkan keikutsertaannya dalam pemilihan umum.

 

PEMILU 1955

Pemilu 1955 diikuti oleh 172 kontestan partai politik. Empat partai terbesar diantaranya adalah: PNI (22,3 %), Masyumi (20,9%), Nahdlatul Ulama (18,4%), dan PKI (15,4%).

 

PEMILU 1971

Pemilu 1971 diikuti oleh 10 kontestan, yaitu:

  1. Partai Katolik
  2. Partai Syarikat Islam Indonesia
  3. Partai Nahdlatul Ulama
  4. Partai Muslimin Indonesa
  5. Golongan Karya
  6. Partai Kristen Indonesia
  7. Partai Musyawarah Rakyat Banyak
  8. Partai Nasional Indonesia
  9. Partai Islam PERTI
  10. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia

 

PEMILU 1977-1997

Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997 diikuti oleh 3 kontestan yang sama, yaitu:

  1. Partai Persatuan Pembangunan
  2. Golongan Karya
  3. Partai Demokrasi Indonesia

 

PEMILU 1999

Pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik, yaitu:

  1. Partai Indonesia Baru
  2. Partai Kristen Nasional Indonesia
  3. Partai Nasional Indonesia – Supeni
  4. Partai Aliansi Demokrat Indonesia
  5. Partai Kebangkitan Muslim Indonesia
  6. Partai Ummat Islam
  7. Partai Kebangkitan Ummat
  8. Partai Masyumi Baru
  9. Partai Persatuan Pembangunan
  10. Partai Syarikat Islam Indonesia
  11. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
  12. Partai Abul Yatama
  13. Partai Demokrasi Kasih Bangsa
  14. Partai Kebangsaan Merdeka
  15. Partai Amanat Nasional
  16. Partai Rakyat Demokratik
  17. Partai Syarikat Islam Indonesia 1905
  18. Partai Katolik Demokrat
  19. Partai Pilihan Rakyat
  20. Partai Rakyat Indonesia
  21. Partai Politik Islam Indonesia Masyumi
  22. Partai Bulan Bintang
  23. Partai Solidaritas Pekerja
  24. Partai Keadilan
  25. Partai Nahdlatul Ummat
  26. Partai Nasional Indonesia – Front Marhaenis
  27. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
  28. Partai Republik
  29. Partai Islam Demokrat
  30. Partai Nasional Indonesia – Massa Marhaen
  31. Partai Musyawarah Rakyat Banyak
  32. Partai Demokrasi Indonesia
  33. Partai Golongan Karya
  34. Partai Persatuan
  35. Partai Kebangkitan Bangsa
  36. Partai Uni Demokrasi Indonesia
  37. Partai Buruh Nasional
  38. Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong
  39. Partai Daulat Rakyat
  40. Partai Cinta Damai
  41. Partai Keadilan dan Persatuan
  42. Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia
  43. Partai Nasional Bangsa Indonesia
  44. Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia
  45. Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia
  46. Partai Nasional Demokrat
  47. Partai Ummat Muslimin Indonesia
  48. Partai Pekerja Indonesia

 

PEMILU 2004

Pemilu 2004 diikuti oleh 24 partai politik, yaitu:

  1. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
  2. Partai Buruh Sosial Demokrat
  3. Partai Bulan Bintang
  4. Partai Merdeka
  5. Partai Persatuan Pembangunan
  6. Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan
  7. Partai Perhimpunan Indonesia Baru
  8. Partai Nasional Banteng Kemerdekaan
  9. Partai Demokrat
  10. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
  11. Partai Penegak Demokrasi Indonesia
  12. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia
  13. Partai Amanat Nasional
  14. Partai Karya Peduli Bangsa
  15. Partai Kebangkitan Bangsa
  16. Partai Keadilan Sejahtera
  17. Partai Bintang Reformasi
  18. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
  19. Partai Damai Sejahtera
  20. Partai Golongan Karya
  21. Partai Patriot Pancasila
  22. Partai Sarikat Indonesia
  23. Partai Persatuan Daerah
  24. Partai Pelopor

 

PEMILU 2009

Pemilu 2009 diikuti oleh 38 partai politik nasional dan 6 partai politik lokal Aceh, yaitu :

Partai Politik Nasional

  1. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
  2. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)*
  3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI)
  4. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
  5. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
  6. Partai Barisan Nasional (Barnas)
  7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)*
  8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)*
  9. Partai Amanat Nasional (PAN)*
  10. Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB)
  11. Partai Kedaulatan
  12. Partai Persatuan Daerah (PPD)
  13. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)*
  14. Partai Pemuda Indonesia (PPI)
  15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme)*
  16. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
  17. Partai Karya Perjuangan (PKP)
  18. Partai Matahari Bangsa (PMB)
  19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)*
  20. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)*
  21. Partai Republika Nusantara (RepublikaN)
  22. Partai Pelopor*
  23. Partai Golongan Karya (Golkar)*
  24. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)*
  25. Partai Damai Sejahtera (PDS)*
  26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK Indonesia)
  27. Partai Bulan Bintang (PBB)*
  28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)*
  29. Partai Bintang Reformasi (PBR)*
  30. Partai Patriot
  31. Partai Demokrat*
  32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI)
  33. Partai Indonesia Sejahtera (PIS)
  34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)
  35. Partai Aceh Aman Seujahtra (PAAS)**
  36. Partai Daulat Aceh (PDA)**
  37. Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA)**
  38. Partai Merdeka
  39. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI)
  40. Partai Sarikat Indonesia (PSI)
  41. Partai Buruh

*Menandakan partai yang mendapat kursi di DPR pada Pemilu 2004.

** Partai Politik lokal Aceh

 

Prof Miriam Budiarjo

ilmu politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistim politik (negara) yang menyangkut menentukan tujuan-tujuan dari sistim itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.

Seely dan Stephen leacock

ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menanggani pemerintahan

Paul Janet

ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip- prinsip pemerintahan 

Johan Kaspar Bluntschli

dalam buku The Teory of the State: “Ilmu Politik adalah ilmu yang memerhatikan masalah kenegaraan, dengan memperjuangkan pengertian dan pemahaman tentang negara dan keadaannya, sifat-sifat dasarnya, dalam berbagai bentuk atau manifestasi pembangunannya.” (The science which is concerned with the state, which endeavor to understand and comprehend the state in its conditions, in its essentials nature, in various forms or manifestations its development).

Roger F. Soltau

dalam bukunya Introduction to Politics: “Ilmu Politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan itu; hubungan antara negara dengan warganegaranya serta dengan negara-negara lain.” (Political science is the study of the state, its aims and purposes … the institutions by which these are going to be realized, its relations with its individual members, and other states …).  

Ossip K. Flechtheim

dalam buku Fundamentals of Political Science: “Ilmu politik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari negara sejauh negara merupakan organisasi kekuasaan, beserta sifat dan tujuan dari gejala-gejala kekuasaan lain yang tak resmi, yang dapat memengaruhi negara.” (Political science is that specialized social science that studies the nature and purpose of the state so far as it is a power organization and the nature and purpose of other unofficial power phenomena that are apt to influence the state).

J. Barents

dalam bukunya Ilmu Politika: “Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara … yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat, ilmu politik mempelajari negara-negara itu dalam melaksanakan tugas-tugasnya.”

Sri Sumantri

Politik adalah pelembagaan dari hubungan antar manusia yg dilembagakan dalam bermacam2 badan politik baik suprastruktur politik dan infrastruktur politik.

Cheppy hary cahyono

politik adalah macam-macam kegiatan  dalam system politik atau  Negara yang menyangkut proses menentukan tujuan dan sekaligus melaksanakan tujuan-tujuan system itu.

Inu kencana syafiie

ilmu politik adalah kemahiran untuk mencukupi dan menyelengarakan keperluan maupun kepentingan bangsa dan Negara.

Idrus Affandi

Ilmu politik ialah ilmu yang mempelajari kumpulan manusia yang hidup teratur dan memiliki tujuan yang sama dalam ikatan negara.

Kosasih Djahiri

dalam buku Ilmu Politik dan Kenegaraan: “Ilmu politik yang melihat kekuasaan sebagai inti dari politik melahirkan sejumlah teori mengenai cara memperoleh dan melaksanakan kekuasaan. Sebenarnya setiap individu tidak dapat lepas dari kekuasaan, sebab memengaruhi seseorang atau sekelompok orang dapat menampilkan laku seperti yang diinginkan oleh seorang atau pihak yang memengaruhi.”

Deliar Noer

dalam buku Pengantar ke Pemikiran Politik: “Ilmu Politik memusatkan perhatian pada masalah kekuasaan dalam kehidupan bersama atau masyarakat. Kehidupan seperti ini tidak terbatas pada bidang hukum semata-mata, dan tidak pula pada negara yang tumbuhnya dalam sejarah hidup manusia relatif baru. Di luar bidang hukum serta sebelum negara ada, masalah kekuasaan itu pun telah pula ada. Hanya dalam zaman modern ini memanglah kekuasaan itu berhubungan erat dengan negara.” 

Menurut Goodin

dalam buku “A New Handbook of Political Science”, politik dapat diartikan sebagai penggunaan kekuasaan social secara paksa. Jadi, ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan social dengan paksaan tersebut. 

A. Kaplan

dalam buku Power Society: “Ilmu Politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan”, 

Harold D. Laswell

dalam buku Who gets What, When and How, Laswell menegaskan bahwa “Politik adalah masalah siapa, mendapat apa, kapan dan bagaimana.”

W.A. Robson

dalam buku The University Teaching of Social Sciences: “Ilmu Politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, … yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil. Fokus perhatian seorang sarjana ilmu politik … tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas orang lain, atau menentang pelaksanaan kekuasaan itu.” (Political science is concerned with the study of power in society … its nature, basis, processes, scope and results. The focus of interest of the political scientist … centres on the struggle to gain or retain power, to exercise power of influence over other, or to resist that exercise). 

Isjware

Politik adalah perjuangan utk memperoleh kekuasaan / teknik menjalankan kekuasaan2 / masalah2 pelaksanaan dan kontrol kekuasaan / pembentukan dan penggunaan kekuasaan.

Max weaber

ilmu politik adalah kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya.

Aristoteles

Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama

Hoogerwerf

ilmu politik adalah kebijakan pemerintah, proses terbentuknya, serta akibat-akibatnya.

Joyce Mitchel

dalam bukunya Political Analysis and Public Policy: “Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk seluruh masyarakat.” (Politics is collective decision making or the making of public policies for an entire society).

Karl W. Duetch

dalam buku Politics and Government: How People Decide Their Fate: “Politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum.” (Politics is the making of decision by public means).

David Easton

dalam buku The Political System: “Ilmu politik adalah studi mengenai terbentuknya kebijakan umum.” Menurutnya “Kehidupan politik mencakup bermacam-macam kegiatan yang memengaruhi kebijakan dari pihak yang berwenang yang diterima oleh suatu masyarakat dan yang memengaruhi cara untuk melaksanakan kebijakan itu. Kita berpartisipasi dalam kehidupan politik jika aktivitas kita ada hubungannya dengan pembuatan dan pelaksanaan kebijakan untuk suatu masyarakat.” (Political life concerns all those varieties of activity that influence significantly the kind of authoritative policy adopted for a society and the way it is put into practice. We are said to be participating in political life when our activity relates in some way to the making and execution of policy for a society).

Ramlan Surbakti

ilmu Politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat, dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masayarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

Miriam Budiarjo

ilmu politik Merupakan suatu keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan caa-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Pada prinsipnya pihak yang membuat kebijsanaan tersebut memiliki kekuasaan untuk melaksanakannya.

Menurut Germin

politik sebagai “studi kritis tentang prinsip-prinsip pengaturan yang benar dalam eksistensi social manusia.

Andrew Heywood

Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan , dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, y ang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama.

Rod Hague et al

politik adalah kegiatna yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusankeputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya.

G.A jacobsoen

ilmu politik adalah ilmu dari Negara, berisi tentang hubungan individu dengan yang lainnya sejauh Negara mengatur mereka lewat hukum,hubungan individu-individu atau kelompok dari individu-individu pada Negara,hubungan dengan Negara.

Bluntschli, Garner dan Frank Goodnow

ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan, sedangkan pendapat Seely dan Stephen leacock, ilmu politik merupakan ilmu yang serasidalam menanggani pemerintahan.Dilain pihak pemikir francis seperti Paul Janetmenyikapi ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip- prinsip pemerintahan, Pendapat ini didukung juga oleh R.N.Gilchrist.

Lasswell

ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari pengaruh dan kekuasaan. Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yangmembahas teori dan praktik politik serta deskripsi dan analisa sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset.

Conley H. Dillon, Carl Leiden dan Paul D. Stewar

Ilmu politik merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial yang mempelajari usaha manusia untuk memerintah dirinya sendiri, untuk menciptakan pemerintahan dan negara dan untuk mengendalikan nasib sosialnya yaitu nasibnya dalam hidup bermasyarakat, ilmu politik juga mempelajari sifat yang abstrak dari negara dan lembaga-lembaga politik lainnya.

1. KEBEBASAN
Kebebasan adalah keleluasan untuk membuat pilihan terhadap beragam pilihan atau melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan bersama atas kehendak sendiri, tanpa tekanan dari pihak manapun. Namun, kebebasan bukan keleluasan untuk melakukan segala hal tanpa batas. Kebebasan harus digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,dan dengan cara yang tidak melanggar tata aturan yang sudah disepakati bersama.
Sebagai nilai, kebebasan merupakan pedoman prilaku rakyat berdaulat. Nilai ini tercermin dalam kemampuan menghargai kebebasan orang lain dan memanfaatkan kebebasan diri sendiri secara bertanggung jawab. Nilai ini juga tercermin dalam tanggung jawab pribadi dan kesedian menerima tanggung jawab bagi dirinya sendiri serta konsekuensi dari tindakan- tindakannya.

2. PERSAMAAN
Tuhan menciptakan setiap manusia sebagai pribadi yang unik. namun, demokrasi berpandangan bahwa manusia yang berbeda-beda itu hakikatnya sama sederajat. demokrasi tidak berpendirian bahwa manusia itu semuanya sama, melainkan berbeda satu sama lain. Tetapi disamping perbedaanya, manusia itu sesungguhnya sama derajat di depan Allah, sama derajat dalam nilainya dan harga keluhurannya sebagai manusia (dignity of man as human being) dalam masyarakat,sama kedudukan di dalam hukum, politik, dan sebagainya. Dalam demokrasi, diakui kesamaan kesempatan rakyat untuk menggembangkan kepribadian masing-masing,dan untuk menduduki jabatan pemerintah. Jadi, persamaan itu berarti tiadanya keistimewaan bagi siapa pun dan pemberian kesempatan yang sama kepada setiap dan semua orang.
Sebagai nilai, persamaan menjadi pedoman perilaku rakyat berdaulat sehingga mereka mampu menghargai harkat dan martabat sesamanya, selain itu, memiliki kesediaan untuk berkompromi dan menerima kenyataan bahwa nilai-nilai dan prinsip-prinsip kadang kala saling bertentanggan.

3. SOLIDARITAS
Soridaritas atau kesetiakawanan adalah kesediaan untuk memperhatikan kepentingan dan bekerja sama dengan orang lain. Nilai solidaritas mengikat manusia yang sama-sama memiliki kebebasan untuk mempertimbangkan kepentingan pihak lain. Dalam kehidupan demokratis di kenal ‘agree to disagree’ yang berarti ’setuju untuk tidak setuju’. Ungkapan itu menunjukan adanya prinsip solidaritas ; sebab, walau berbeda pandangan atau kepentingan, para pihak tetap sepakat untuk mempertahankan kesatuan/ikatan bersama. Solidaritas ini merupakan perekat bagi para pendukung demokrasi agar tidak jatuh ke dalam perpecahan akibat terlalu menggutakan kebebasan pribadi tanpa menggian adanya persamaan hak maupun semangat kebersamaan.
Sebagai nilai, solidaritas ini dapat menumbuhkan sikap batin dan kehendak untuk menempatkan kebaikan bersama di atas kepentingan pribadi, mengasihi sesame dan murah hati terhadap sesame warga masyarakat.

4. TOLERANSI
Toleransi adalah sikap atau sifat toleran.Bersikap toleran artinya bersikap menenggang (menghargai,membiarkan,membolehkan) pendirian (pendapat,pandangan,kepercayaan, kebiasaan, kelakuan dan sebagainya)yang bertentangan atau berbeda dengan pendirian sendiri.toleransi dengan semikian menunjukan tingkat tingkat penerimaan kita terhadap sesuatu yang tidak kita setujui,karena kebutuhan untuk bertoleransi akan muncul jiks ada penolakan satu pihak terhadap pihak lain.Didalam konsep toleransi terkandung baik penolakan maupun kesabaran.
Dalam masyarakat demokratis seseorang berhak memiliki pandangan nya sendiri , tetapi,ia akan memenganng teguh pendiriannya itu dengan cara yang toleran terhadap pandangan orang lain yang berbeda atau balikan bertentangan dengan pendirian nya.
Toleransi berbeda dengan sikap permisif,yaitu sikap serba membolehkan sesuatu.
Sebaga nilai, toleransi dapat mendorong tumbuh nya sikap toleran terhadap keanekaragaman, sikap saling percaya dan kesediaan untuk bekerja sama antar pihak yang berbeda – beda keyakinan, prinsip, pandangan dan kepentingan nya

5. MENGHORMATI KEJUJURAN
Kejujuran adalah keterbukaan untuk menyatakan kebenaran.Kejujuran diperlukan agar hubungan antar pihak berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan benih – benih konflik di masa depan.Kejujuran dalam komunikasi antar warga negara amat diperlukan bagi terbangunnya solidaritas yang kokoh antar sesama pendukung masyarakat demokratis.
Pemerintah juga harus jujur dan terbuka kepada rakyat . Pemerintah harus terbuka kepada rakyat tentang bagaimana semua keputusan pemerintah dibuat,dan atas pertimbangan apa sebuah kebijakan dipilih di antara sejumlah alternatif kebijakan yang ada . Walaupun demi alasan keamanan dan memang ada hal – hal yang tidak perlu dinnyatakan kepada rakyat ,namun hal itu harus dianggap sebagai sebuah pengecualian.Sebab,pada prinsipnnya rakyat mempunyai hak untuk mengetehui apa yang dikerjakan pemerintah dan bagaimana pemerintah mengerjakan tugasnya.
Sebagai nilai,penghormatan terhadap kejujuran akan menumbuhkan integritas diri,sikap disiplin diri ,dan kesetiaan pada aturan – aturan. Sikap – sikap ini diperlukan untuk memelihara pemerintah demokratis.

6. MENGHORMATI PENALARAN
Penalaran adalah penjelasan mengapa seseorang memiliki pandangan tertentu,membela tindakan tertentu,dan menuntut hal serupa dari orang lain.kebiasaan memberi penalaran akan membutuhkan kesadaran bahwa ada banyak alternatif sumber informasi dan ada banyak kemungkinan cara untuk mencapai tujuan. Sama seperti kejujuran,penalaran juga amat di perlukan bagi terbangun nya solidaritas yang kokoh antarsesama pendukung masyarakat demokratis.
Pemberian penalaran oleh pemerintah terhadap kebijakan yang ditetapkan nya tidak akan melemahkan wibawa pemerintah. Sebaliknya,jika pemerintah menolak memberi penalaran terhadap kebijakannya,hal itu justru akan mendorong sikap pasif atau pemberontakan rakyat.
Sebagai nilai,penghormatan pada penalaran dapat mendorong tumbuhnya keterbukaan pikiran,termasuk sikap skepatis yang sehat dan pengakuan terhadap sifat ambiguitas (kemenduaartian) kenyataan sosial dan politik.

7. KEADABAN
Keadaban adalah ketinggian tingkat kecerdasan lahiir – batin atau kebaikan budi pekerti.Perilaku yang beradab adalah prilaku yang mencerminakan penghormatan terhadap dan mempertimbangkan kehadiran pihak lain sebagaimana dicerminkan oleh sopan santun dalam bertindak,termasuk penggunaan bahasa tubuh dan berbicara yang beradap.
Sebagai nilai,keadaban akan menjadi pedoman prilaku warga negara demokrasi yang serba santun,mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat,menghindari kekerasan seminimal mungkin dalam menyelesaikan persoalan bersama,dan kepatuhan dalam norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bersama.
Bertolak dari nilai-nilai dasar itulah masyarakat pendukung demokrasi mengembangkan budaya politiknya.Nilai-nilai dasar itu kemudian dijabarkan lebih rinci dan oprasional dalam kehidupan demokrasi.Menurut Hendry B Mayo (Budiardjo; 1980),ada sejumlah nilai operasional yang menjadi landasan pelaksanaan demokrasi,yaitu:

  1. Menyelesaikan perselisihan secara damai dan melembaga.dalam kehidupan masyarakat wajar jika terdapat perselisihan pendapat dan kepentingan.Yang penting bahwa dalam alam demokrasi perselisihan – perselisihan itu harus di selesaikan melalui perundingan serta dialog terbuka agar tercapai kompromi,konsensus atau mufakat.
  2. Menjamin terselanggaranya perubahan masyarakat secara damai.kehidupan masyarakat selalu berubah; oleh karena itu,pemerintah harus dapat menyesuaikan kebijakan publik nya dengan perubahan – perubahan itu.Pemerintah itu juga perlu menjaga agar perubahan – perunbahan dalam masyarakat tetap terkendali .
  3. Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur.cara – cara pergantian pimpinan memalalui kekerasan,penunjukan diri sendiri,atau pewarisan tidak sesuai dengan demokrasi.
  4. Membatasi penggunaa Kekerasan seminimal mungkin. Demokrasi mengutamakan konsensus atau mufakat dalam menyelesaikan perbedaan kepentingan warga negara. Oleh karena itu, penggunaan kekerasan sejauh mungkin harus dihindarkan.
  5. Mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman dalam masyarakat, yang tercermin dalam keanekaragaman pendapat, keanekaragaman kepentingan dan tingkah laku. Walaupun demikian, keanekaragaman itu perlu dijaga agar tidak melampaui batas karena demokrasi juga memerlukan kesatuan dan integrasi.
  6. Menjamin tegaknya keadilan. Keadilan menjadi penting dalm demokarasi karena adanya mayoritas dan minoritas dalam pengambilan keputusan secara demokrasi. Hubungan antar mayoritas dan minoritas harus dijaga sedemikian rupa agar demokrasi tidak berubah menjadi tirani mayoritas.

Nilai-nilai itulah yang dijadikan pedoman bertindak baik oleh para pejabat pemerintah dan lembaga negara, maupun juga seluruh warga negara yang bersangkutan. Dengan demikian, akan terwujud budaya demokratis dalam kehidupan masyarakat negara yang bersangkutan.
Nilai-nilai itu berlawanan dengan nilai-nilai yang melandasi masyarakat komunis. Menurut Budiardjo (1980), nilai-nilai yang terkandung dalam komunisme antara lain adalah :

  1. Monisme, yaitu pandangan yang menolak adanya golongan-golongan keanekaragaman dalam masyarakat .
  2. Kekerasan merupakan alat yang sah untuk mencapai tujuan negara, yaitu terwujudnya masayarakat tanpa kelas,
  3. Negara merupakan alat untuk mencapai komunisme sehingga semua alat negara (polisi, tentara, kejaksaan, dan sebagainya) digunakan untuk mewujudkan komunisme.

Tantangan terberat bagi sebuah bangsa yang hendak membangun demokrasi adalah bagaimana mengembangkan budaya demokrasi dalam kehiduoan bangsa yang bersangkutan. Dalam pembangunan demokrasi paling tidak ada empat bidang yang harus mendapat perhatian.
Pertama, lembaga-lembaga negara termasuk birokrasi pemerintah didalamnya. Lembaga-lembaga negara harus dibangun agar menjadi lembaga pelaksanaan kedaulatan rakyat. Cara pengisian jabatan lembaga – lembaga negara harus demokratis,melalui pemilu atau pemilihan oleh wakil rakyat. Semua pejabat negara harus mempertanggung jawabkan penggunaan kekuasaannya kepada rakyat. Aparat birokrasi harus mampu mewujudkan pemerintahan yang bersih. Mereka harus menerapkan asas keterbukaan atau transparan,akuntabel / fapat dipertanggung jawabkan partisipatif. Lebih daripda itu birokrasi pemerintah harus mampu bekerja secara efektif dan efisien.
Termasuk dalam pembangunan lembaga-lembaga negara ini adalah pembangunan aparat penegak hukum. Mental dan keahlian aparat penegak hukum harus dibangun sehingga benar-benar mampu menerapkan prinsip rule of law yang sangat dibutuhkan dalam negara demokrasi. Jika pada pemeritahan otoriter hukum dibuat dan ditegakan untuk mengabdi kepentingan pemnguasa, dalam proses demokratisasi hukum harus dikembalikan ke fungsi dasarnya sebagai pelindung dan pengayom rakyat, dan sarana mewujudkan dan kedamaian dalam kehidupan bersama.
Kedua, partai-partai politik. Partai-partai harus dibangun agar benar-benar mampu berperan sebagai perumus dan pemadu aspirasi rakyat untuk kemudian memperjuangkan melalui wakil-wakil rakyat di lembaga pemerintah. Partaipolitik pun harus mampu melakukan kaderisasi sehingga mampu memasok calo-calon memimpin bangsa yang benar-benar mewujudkan aspirasi rakyat berdaulat.
Ketiga, pelaku ekonomi. Para pelaku ekonomi harus juga mambangun dirinya agar mampu melakukan kegiatan ekonomi dalam suasana kehidupan demokrasi. Perilaku ekonomi yang merusak, seperti suap, korupsi, kolusi, dan nepotisme harus dihindari agar kegiatan ekonomi benar-benar menyejahterakan rakyat banyak, bukan hanya segelintir konglomerat dan para penguasa negara.
Keempat, civil society / masyarakat madani. Kehidupan masyarakat juga harus dibangun agar mampu menjadi kekuatan pengontrol terhadap penyelenggara negara. Jika di masa pemerintaha otoriter rakyat sama seklai takut menghadapi penguasa, sehingga penguasa tidak terkontrol sama sekali, maka dalam proses demokratisasi masyarakat jalannya pemerintahan negara kesadarannya untuk selalu mengawasssi jalannya pemerintahan negara melalui civil soiety.
Mmbangun masyarakat madani merupakan bagian dari upaya melewati masa transisi menuju demokrasi melalui pengembangan budaya politik demokratis. Jika budaya demokratis mengakar pada sanubari setiap warga negara, ita-cita akan adanya civil society yang kuat dan efektif dapat diwujudkan.

a.    Pengertian peserta didik

Secara etimologi peserta didik dalam bahasa arab disebut dengan Tilmidz jamaknya adalah Talamid, yang artinya adalah “murid”, maksudnya adalah “orang-orang yang mengingini pendidikan”. Dalam bahasa arab dikenal juga dengan istilah Thalib, jamaknya adalah Thullab, yang artinya adalah “mencari”, maksudnya adalah “orang-orang yang mencari ilmu”

Menurut pasal 1 ayat 4 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Abu Ahmadi juga menuliskan tentang pengertian peserta didik, peserta didik adalah anak yang belum dewasa, yang memerlukan usaha, bantuan, bimbingan orang lain untuk menjadi dewasa, guna dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Tuhan, sebagai umat manusia, sebagai warga negara, sebagai anggota masyarakat dan sebaga suatu pribadi atau individu.

Anak kandung adalah anak didik dalam lingkungan keluarga, murid/siswa adalah anak didik di sekolah, anak-anak penduduk adalah anak didik masyarakat sekitarnya. Dalam proses pendidikan anak didik berdiri sebagai masukan kasar, karena anak memasuki kancah pendidikan masih kosong, beum diolah, belum diproses dalam sistem pendidikan atau latihan sebelumnya, dan belum mempunyai bekal apa-apa, kecuali hanya pebawaan yang dibawa sejak lahir atau potensi-potensi ini baru akan menjadi kemampuan-kemampuan nyata setelah dikembangkan. adalah mengembangkan unsur-unsur yang ada pada manusia. Misalnya untuk mengembangkan unsur raga diberikan pendidikan jasmani, untuk unsur cipta ada pendidikan akal, untuk mengembangkan unsur rasa ada pendidikan perasaan dan sebagainya. Pendidikan untuk manusia muda yang ditinjau dari sikapnya, sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, ada pendidikan individual dan pendidikan sosial.

Dari definisi-definisi yang diungkapkan di atas dapat disimpulkan bahwa peserta didik adalah orang yang mempunyai fitrah (potensi) dasar, baik secara fisik maupun psikis, yang perlu dikembangkan, untuk mengembangkan potensi tersebut sangat membutuhkan pendidikan dari pendidik.

Pendidikan merupakan bantuan bimbingan yang diberikan pendidik terhadap peserta didik menuju kedewasaannya. Sejauh dan sebesar apapun bantuan itu diberikan sangat berpengaruh oleh pandangan pendidik terhadap kemungkinan peserta didik utuk di didik. Sesuai dengan fitrahnya manusia adalah makhluk berbudaya, yang mana manusia dilahirkan dalam keadaan yang tidak mengetahui apa-apa dan ia mempunyai kesiapan untuk menjadi baik atau buruk.

 

b.    Dasar-Dasar Kebutuhan Anak untuk Memperoleh Pendidikan

Secara kodrati, anak memerlukan pendidikan atau bimbingan dari orang dewasa. dasar kodrati ini dapat dimengerti dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak yang hidup di dunia ini. allah SWT menciptakan manusia dalam keadaan tidak mengetahui apa, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Al-Qur’an, “Dan Allah mengeluarkan kamu dari peut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun……” (Q.S. An-Nahl: 78). Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk menentukan status manusia sebagaimana mestinya adalah melalui pendidikan. Dalam hal ini, keharusan mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih jauh sebenarnya mengandung aspek-aspek kepentingan yang antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut :

1.    Aspek Paedagogis

Dalam aspek ini, para ahli tidak memandang manusia sebagai animal educandum: makhluk yang memerlukan pendidikan. Dalam kenyataanya manusia dapat dikategorikan sebagai animal, artinya binatang yang dapat didik. Sedangkan binatang pada umumnya tidak dapat didik, melainkan hanya dilatih secara dressur, artinya latihan untuk mengerjakan sesuatu yang sifatnya statis, tidak berubah. Adapun manusia dengan potensi yang dimilikinya dapat dididik dan dikembangkan ke arah yang diciptakan, setaraf dengan kemampuan yang dimilikinya.

2.    Aspek Sosiologis dan Kultural

Menurut ahli sosiologis, pada prinsipnya manusia adalah moscius, yaitu makhluk yang berwatak dan berkemampuan dasar atau memiliki garizah (insting) untuk hidup bermasyarakat. Sebagai makhluk sosial, manusia harus memiliki rasa tanggung jawab sosial yang diperlukan dalam mengembangkan hubungan timbal balik dan saling pengaruh mempengaruhi antara sesama anggota masyarakat dalam kesatuan hidup mereka.

apabila manusia sebagai makhluk sosial itu berkembang, maka berarti merupakan makhluk yang berkebudayaan baik oral maupun material. Diantara satu insting manusia adalah adanya kecenderungan mempertahankan segala apa yang dimilikinya, termasuk kebudayaannya.

3.    aspek Tauhid

Aspek tauhid ini ialah aspek pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang berketuhanan, yang menurut istilah ahli disebut homodivinous (makhluk yang percaya adanya Tuhan) atau disebut juga homoreligious artinya makhluk yang beragama. Adapun kemampuan dasar yang menyebabkan manusia menjadi makhluk yang berketuhanan atau beragama adalah di dalam jiwa manusia terdapat insting yang disebut insting religious atau garizah diniyah (insting percaya pada agama). Itulah sebabnya, tanpa melalui proses pendidikan  insting religious atau garizah diniyah tersebut tidak akan mungkin dapat berkembang secara wajar. Dengan demikian, pendidikan keagamaan mutlak diperlukan untuk mengembangkan insting religious atau garizah diniyah  tersebut.

 

c.    Perkembangan Anak Didik

Pendidikan merupakan usaha yang sengaja untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya. Pendidikan ditujukan untuk membantu anak dalam menghadapi dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan yang dimiliki anak pada setiap periode, dimana setiap periode perkembangan memiliki bahaya tersendiri, seperti yang diungkapkan Elizabeth B. Hurlock, bahaya perkembangan pada salah satu periode perkembangan anak ada pada akhir masa anak, yang salah satu bahayanya yaitu bahaya psikis seperti bahaya emosi, bahaya sosial, bahaya dalam konsep diri, bahaya moral, dan bahaya yang menyangkut moral Dari Hal Tersebut, Maka sangat perlu diperhatikan oleh para pendidik agar dalam membimbing anak didik dapat membuat anak didik mengatasi bahaya-bahaya dalam perkembangan mereka. Suatu perkembangan akan menunjukan ciri-ciri khas sebagai berikut:

  1. Perkembangan anak berlangsung dengan sendiirnya atas kekuatan dari dalam, karena di dalam diri anak sudah tersedia potensi yang menunggu waktu untuk berkembang.
  2. Jalan perkembangan itu sendiri tidak dapat dicapuri dengan mengubahnya. Usaha untuk mengubah dan mencampuri perkembangan itu malahan menimbulkan bahaya akan matinya potensi-potensi atau rusaknya hasil yang dituju.
  3.  Tingkat perkembangan yang dicapai adalah suatu perpaduan kekuatan dari dalam yang mendorong untuk berkembang dan situasi lingkungan yang mempengaruhi jalan perkembangan .
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.